ciibbynes
- Прочтений 17,050
- Голосов 413
- Частей 47
Ada masanya, harapan kalian tidak bisa terwujud realita. Juga ada masanya, keinginan kalian pupus seiring fakta menunjukkan kenyataan, sebaliknya? Namun balik lagi-apapun bentuk dari keadaan yang 'tiba-tiba datang' bahkan, tidak pernah terpikirkan dalam otak kalian, bagaimana kalau keadaan itu menimbulkan rasa kebahagiaan, atau malah rasa dahsyatnya kekecewaan? Apa tanggapan kalian?
Kalau sudah memilih pasrah akan bentuk realita tanpa ada kemauan dari diri ia, mau tak mau-yang namanya berpasrah harus siap menerima segala bentuk konsekuensi nyata? Begitu penjabaran dari hasrat Zibel Margantari terhadap kehidupan yang ditampar oleh realita. Karena apa? Karena dipaksa menikah, oleh bokap agar bisnis yang ia bangun tidak diambang bangkrut. Dan juga tidak ada bentuk pertolongan dari orang lain, kecuali memasukkan tindak-tanduk jenius teman dari Zicco Grantara Alexander.
Yaitu: Aliusman bokap dari, Pratama Ali. Satu permintaannya sebagai bentuk balas budi, adalah: menikahkan anak mereka jika ia harus terjun kelapangan guna untuk membaikkan omset perusahaan dari sang teman. Satu lagi sebagai syarat timbal-balik dari bentuk balas budi tersebut-tidak ada kata penolakan dari kedua belah pihak karena perintah mutlak atas apa sebab-akibat mereka dijodohkan, bukan?
Namun, namanya juga realita, terkadang enggak sesuai sama ekspektasi dan harapan kita? Seberapa jauhnya perjalanan mereka yang terlalu enjoy terhadap scenario yang di beri semesta? Apa mungkin perjodohan dari orang tua mereka, akan menimbulkan rasa cinta terhadap mereka berdua?
"Kalaupun kita akan berhubungan intim karena nafsu semata dan nyatanya kita pasangan yang sah, bukan berarti dari tindakan tersebut aku akan jatuh cinta, Pratama... "
"Buktikan omongan kamu sekarang. Bisa?"
a romance story by @ciibbynes
rating pembaca khusus di umur 18 tahun!