Jezzyana
- Reads 78,843
- Votes 2,791
- Parts 45
Eros terlihat... sangat tampan. Sangat damai. Seperti malaikat yang turun dari surga. Jika ada orang asing yang melihatnya saat ini, mereka pasti akan mengira ini adalah pria paling baik dan paling lembut di dunia. Tidak ada sedikit pun tanda bahwa di balik tubuh yang sempurna ini bersemayamkan jiwa seorang iblis.
Agatha menatapnya terpaku. Ada rasa perih yang menyayat di hatinya. Betapa menipunya Tuhan menciptakan makhluk sepertimu... batinnya bergetar. Kau dibungkus dengan kemegahan dan ketampanan yang bisa memikat siapa saja, tapi di dalamnya... kau hanyalah kegelapan yang haus darah.
Dia ingat betul bagaimana wajah ini berubah dalam sekejap mata. Dia ingat bagaimana senyum manis ini bisa berubah menjadi seringai kejam, dan bagaimana tatapan teduh ini bisa berubah menjadi tatapan membunuh yang membuat darah membeku.
Wajah damai ini adalah topeng. Topeng termahal dan terindah yang pernah ada, yang menyembunyikan monster di baliknya.
Agatha perlahan mengangkat tangannya yang terikat rantai. Logam itu berdenting pelan, namun tidak cukup keras untuk membangunkan Eros. Jari-jarinya yang gemetar bergerak sangat pelan, mendekat ke wajah pria itu. Dia ingin menyentuhnya, ingin meraba apakah wajah ini nyata atau hanya ilusi.
Namun, tepat sebelum jarinya menyentuh pipi Eros, pria itu bergerak.
Buk...
Kelopak mata itu terbuka perlahan.
Seketika, suasana di ruangan itu berubah drastis. Suasana hangat dan damai yang tadi ada seakan tersedot habis oleh kegelapan yang tiba-tiba.
Mata Eros terbuka. Dan di saat itulah topeng itu runtuh.
Mata itu tidak lagi memancarkan ketenangan. Mata itu gelap, dalam, dan tajam seperti elang yang baru saja bangun dari tidurnya. Ada kilatan dominasi, obsesi, dan kekuasaan yang begitu pekat di dalam manik hitam itu. Tatapannya yang tadi tak berbahaya, kini seolah bisa menembus masuk ke dalam jiwa, menelanjangi setiap pikiran dan rahasia yang disimpan Agatha.
Hanya dengan sekali menatapnya, maka dunia akan tunduk dan gemetar padanya