edwardsnoona
- Reads 1,076
- Votes 396
- Parts 12
"Rasa sakit itu ilusi, Keonho. Jika aku rasakan, dia menjadi nyata. Jika aku abaikan, dia hanyalah gangguan."
"Itu bukan mentalitas juara, Seonghyeon. Itu mentalitas orang yang ingin mati muda."
Di tengah brutalnya kompetisi masa trainee, Eom Seonghyeon adalah definisi kesempurnaan. Dia adalah Ace yang tidak pernah lelah, pilar yang tak tergoyahkan, dan matahari bagi timnya. Namun, di balik pintu tertutup asrama dan dinginnya balkon pukul tiga pagi, Seonghyeon sedang menghitung mundur sisa sumbunya sendiri.
Dia takut berhenti. Dia takut tidak cukup. Dia takut jika ia memadamkan apinya sebentar saja, ia akan ditinggalkan dalam gelap.
Ketika tubuhnya mulai menyerah dan kewarasannya berada di ujung tanduk, terserah pada Keonho, James, Martin, dan Juhoon untuk menyadarkan Seonghyeon akan satu hal: bahwa mereka tidak akan membiarkan lilin itu padam dalam sepi.
⚠️ NOTE:
[SPECIAL BIRTHDAY PROJECT FOR EOM SEONGHYEON]
Cerita ini didedikasikan sepenuhnya untuk merayakan ulang tahun Eom Seonghyeon (CORTIS) di dunia nyata. Tulisan ini adalah bentuk cinta, dukungan, dan doa dari penggemar untuknya.
Disclaimer: Ini adalah Fanfiction / Alternate Universe (AU).
Karakterisasi, plot, dan latar adalah fiksi belaka, namun visualisasi menggunakan Eom Seonghyeon dan member Cortis sebagai face claim.