urr_bubu
- LECTURAS 16
- Votos 3
- Partes 4
Arin masih ingat rasanya hancur tiga tahun lalu-saat dia menemukan foto pernikahan laki-laki yang dia pikir adalah masa depannya. Luka itu membuatnya membangun tembok setinggi langit.
Setiap kali dia melihat Ezran masuk ke kafe dengan kemeja rapi dan senyum sopan, ada bagian dari diri Arin yang berteriak, "Jangan percaya. Laki-laki seperti ini punya dunia yang tidak bisa kamu sentuh. Kamu cuma barista, jangan sampai jadi selingkuhan yang bodoh lagi."
Tapi Ezran berbeda. Ezran tidak pernah memujinya berlebihan seperti si mantan. Ezran hanya selalu ada. Duduk di sana, meminum kopinya, dan sesekali memuji latte art Arin yang bahkan Arin sendiri benci karena bentuknya yang miring.
Tanpa Arin tahu, di balik layar laptopnya, Ezran sedang mengetik pesan yang tidak pernah ia kirim ke siapapun: "Dia terlihat sangat kuat hari ini, tapi matanya masih menyimpan luka yang ingin aku hapus."