DiniWardani608's Reading List
5 historias
Bersemi Di Ujung Perpisahan por Mamaalva
Mamaalva
  • WpView
    LECTURAS 1,758,477
  • WpVote
    Votos 90,066
  • WpPart
    Partes 35
Semua orang mengira Saka Aryaatmaja mencintai Juni Rania Tanaka, namun nyatanya itu kekeliruan besar. Saka tidak pernah mencintai Rania, namun menolak perjodohan yang disodorkan oleh orangtuanya pun Saka tidak mampu. 3 tahun penuh pernikahan mereka begitu dingin, sosok Rania yang sebelumnya begitu ceria kini layu dan surut, dinginnya sikap Saka menggerogotinya tanpa ampun hingga Rania tidak mampu lagi bertahan terlebih saat Rania melihat siapa sosok yang selama ini memenuhi hati suaminya. Rania menyerah, Rania memilih berpisah, tidak peduli betapa sulitnya perceraian militer, Rania mantap meninggalkan Saka, tanpa menunggu mereka resmi bercerai, Rania memilih pergi. Sayangnya dipelarian pun mereka akhirnya dipertemukan kembali, antara relawan dan satgas gabungan, sesuatu yang seharusnya berakhir kini justru bersemi. Perhatian dan sikap kecil membawa kedekatan, mereka seolah lupa jika mereka berniat untuk berpisah. Lantas bagaimana akhirnya? Akan kisah orangtua Saka terulang kembali atau justru ada sebuah keajaiban di ujung perpisahan?
100 kata kata motivasi [Selesai] por fathirsidqi
fathirsidqi
  • WpView
    LECTURAS 717,904
  • WpVote
    Votos 13,552
  • WpPart
    Partes 102
disini terdapat kata motivasi dan semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Kata - Kata Motivasi  por nrlia_ntii
nrlia_ntii
  • WpView
    LECTURAS 263,280
  • WpVote
    Votos 6,430
  • WpPart
    Partes 47
motivation is what gets you started and habits are something that keeps you going.
LEIDEN por aing_Rahmaaa
aing_Rahmaaa
  • WpView
    LECTURAS 19,014,719
  • WpVote
    Votos 2,060,348
  • WpPart
    Partes 56
"Skala, bisa antar aku ke psikolog?" "Ngapain sih? Gue mau balapan. Lagian Lo, kan nggak gila." "Skala, ada waktu nggak? Aku mau cerita," "Cerita tentang ayah lo yang selalu mukulin lo? Gue bosen dengernya. Gue nggak mau diganggu!" "Skala, boleh pinjam uangnya? Aku dari kemarin malam belum makan. Ayah ngelarang aku makan." "Nggak ada! Uang gue mau gue pake clubing," "Skala bisa jemput aku? Karina, sahabat aku meninggal bunuh diri. Tolong anterin aku kesana," "Nggak bisa. Gue lagi ngegame, jadi orang jangan nyusahin ngapa sih!" Diacuhkan oleh pacarnya, dikasari oleh ayahnya, dibiarkan oleh ibunya dan yang paling menyakitkan ditinggal oleh sahabat satu-satunya membuat Rhea semakin terpuruk. Rhea benar-benar ada dititik yang paling rendah sekarang, tak ada siapapun yang peduli dengannya. Ditambah lagi dengan penyakit yang bersarang ditubuhnya membuat Rhea semakin benar-benar hilang selera hidup. Kebahagiaan sama sekali tak pernah mampir ke kehidupan Rhea. Lalu untuk apa Rhea hidup jika harus selalu menderita. Tuhan, Rhea sudah tak sanggup. Rhea ingin istirahat. Untuk selamanya. *LEIDEN DIAMBIL DARI BAHASA JERMAN YANG MEMILIKI MAKNA PENDERITAAN. Highest Rank : #rank 1 in hurt (31/01/2021) #rank 1 in sad (07/02/2021) #rank 1 in fiksiremaja (08/02/2021) #rank 1 in acak (12/02/2021) #rank 1 in penderitaan (14/02/2021) #rank 4 in cinta (15/02/2021) #rank 1 in bad (18/02/2021) #rank 1 in populer (21/02/2021) #rank 1 in puisi (22/02/2021) #rank 1 in sekolah (20/03/2021) #rank 2 in teenfiction (22/03/2021) #rank 1 in remaja (27/03/2021) #rank 1 in broken (31/03/2021) #rank 1 in brokenhome (06/04/2021)
Halaman Terakhir [Telah Terbit] por amaliassoph
amaliassoph
  • WpView
    LECTURAS 19,469
  • WpVote
    Votos 1,689
  • WpPart
    Partes 51
Cover by @achielll Sebagian part dihapus untuk keperluan penerbitan. __________________ Ares adalah temanku dan aku mencintainya! Yang bisa kulakukan selama ini hanyalah menulis kalimat 'Aku mencintaimu, Ares.' di diary. Jika kalimat itu sudah mencapai seribu dan kami masih berteman, aku berjanji akan mengungkapkan perasaan, apapun yang terjadi. Sialnya, aku memang terjebak dalam nazarku. Seribu kalimat itu membawaku pada posisi sulit, sebuah penolakan. ••• "Kenapa? Salah kalo aku punya perasaan sama kamu?" Ares diam lagi. Entah kenapa dia seperti kehilangan kalimat untuk diucapkan. "Jawab, Res." Satu detik, dua detik, tiga detik, Ares menghela napas. "Salah, Nad. Karena kita adalah sahabat."