RiriAlexander's Reading List
2 stories
Silent Traces by the Sea [Usai] by signorinarose
signorinarose
  • WpView
    Reads 2,764,708
  • WpVote
    Votes 184,784
  • WpPart
    Parts 50
[Jika ceritanya dirasa kurang cocok, bisa berhenti baca tanpa meninggalkan ujaran kebencian 💕] Di antara kerasnya dunia militer dan lembutnya kehidupan rumah tangga, Saras dan Agam belajar memahami arti pulang yang sesungguhnya. Lituhayu Saraswati Rahardjo, perempuan Jogja yang halus dan mudah tersentuh, harus hidup berdampingan dengan Agam Ferdinand Al-Ghazi Nasution, prajurit Angkatan Laut berdarah Batak yang tegas, keras, dan terbiasa dengan disiplin tanpa kompromi. Perbedaan cara bicara, budaya, hingga cara mencintai membuat mereka sering salah paham, namun perlahan justru saling menemukan ruang untuk bertumbuh. Saat kebahagiaan baru saja hadir lewat kehamilan Saras, tugas negara kembali memanggil Agam jauh dari rumah. Di tengah jarak, rindu, dan ketidakpastian, keduanya dipaksa belajar bahwa cinta tidak selalu hadir dalam kata-kata lembut, tetapi juga dalam kesetiaan yang tetap bertahan meski dipisahkan oleh laut, waktu, dan tugas. 21+ Copyright ©signorinarose 2025 Adult Romance by Signorina Rose
Split Twighlight In The Indies [END] by natahyuga
natahyuga
  • WpView
    Reads 33,420
  • WpVote
    Votes 3,132
  • WpPart
    Parts 39
Di bawah langit Surabaya yang pengap oleh aroma rempah dan mesiu, Mayor Matthias von Herhardt berdiri sebagai manifestasi kekuasaan absolut VOC. Sebagai perwira tinggi yang ditakuti, ia tidak terbiasa dengan hal-hal yang tidak bisa ia taklukkan. Namun, segalanya berubah di peron stasiun yang riuh, saat matanya menangkap sesosok anomali yang mustahil: seorang gadis pribumi yang tampak seperti dewi yang tersesat. Gadis itu adalah sebuah penghinaan sekaligus pesona bagi logika sang Mayor. Ia mengenakan celana panjang dan pakaian yang mengekspos garis leher serta bahunya-sebuah pemandangan yang terlampau berani, bahkan untuk standar Eropa di tanah koloni. Kulitnya yang seputih pualam, berkilau di bawah terik matahari, menandakan ia bukanlah rakyat jelata biasa. Menggunakan otoritas militernya yang tanpa batas, Mayor Matthias melakukan tindakan yang tak terduga: ia menahan gadis itu sebagai tawanan pribadinya. Apa yang dimulai sebagai rasa ingin tahu yang dingin, dengan cepat bermutasi menjadi obsesi yang mencekik. Di balik seragam kebesarannya, Matthias merasakan gejolak posesif yang primitif. Baginya, gadis itu bukan lagi sekadar tahanan, melainkan artefak berharga yang harus ia isolasi dari dunia luar. Puncaknya, saat sang gadis berhasil menyelinap dari pengawasannya dan Matthias melihatnya berdiri di dekat pria lain, sang Mayor merasakan "kiamat" kecil dalam dadanya. Darahnya mendidih oleh kecemburuan yang meluap-luap. Baginya, siapa pun yang berani menatap atau menyentuh gadis itu telah melakukan pengkhianatan terhadap perintah militer tertinggi-karena di mata sang Mayor, gadis itu adalah wilayah jajahan terakhir yang hanya boleh tunduk pada titahnya.