X
7 stories
Sudut Pandang Hasbi | Haechan (Terbit)✔ by Iisfebry04
Iisfebry04
  • WpView
    Reads 183,971
  • WpVote
    Votes 18,534
  • WpPart
    Parts 49
Prequel; 'Cemara milik kita' Cerita yang diambil dari sudut pandang Hasbi tentang kehidupannya dimasa kecil sampai akhir hayatnya. ~°°~
Geng Bratadikara (TERBIT) ✓ by Jaesalee06
Jaesalee06
  • WpView
    Reads 741,864
  • WpVote
    Votes 77,579
  • WpPart
    Parts 40
BAB MASIH LENGKAP Bukan geng motor yang suka tawuran, ataupun geng anak SMA yang ternyata kumpulan anak mafia. Geng Bratadikara adalah sebutan untuk 3 putra ajaibnya Pak Brata Jendra Dikara. Setiap hari ada saja kehebohan yang mereka ciptakan. Tidak ada hari yang tenang dalam keluarga Bratadikara. Kamu akan menemukan dirimu tertawa, terkejut, dan bahkan terharu oleh tingkah polah mereka yang unik. Dari hobi antimainstream yang berakhir kacau, kisah cinta yang tragis, hingga drama ultramen yang tipes 4 kali sulit untuk dilewatkan. Geng Bratadikara akan membuatmu berpikir ulang tentang definisi saudara sejati. Mereka akan membuatmu harus memutuskan antara dua pilihan, yakni menginginkan saudara seperti mereka atau justru akan menolak tegas keberadaan saudara modelan mereka. Siapkah kamu masuk ke dunia penuh keriuhan dan kasih sayang Bratadikara? #1 persaudaraan - 140524 #2 nct - 270524 #6 haechan - 270524 #1 Sibling (100624) #4 Halu (190624) #4 Jaemin (270724) #2 00ldream (270724) #1 nctlokal (210824) #1 brotherlife (210824)
Nirwana Bayang by Tatia_dn
Tatia_dn
  • WpView
    Reads 292,534
  • WpVote
    Votes 27,921
  • WpPart
    Parts 41
Elino harus kembali tinggal dengan sang Ayah setelah beberapa tahun hidup berpisah. Rumah yang dulunya tempat terhangat, kini berubah menjadi tempat asing karena kehadirannya sudah mulai dilupakan
GUBUK REYOT [TERBIT] ✓ by Jaesalee06
Jaesalee06
  • WpView
    Reads 462,206
  • WpVote
    Votes 62,689
  • WpPart
    Parts 69
"Kalo bangunan itu ternyata ada penunggunya gimana? Ini aku nanya serius, aku masih mikirin masa depan kita loh," kata Alif, nadanya seperti orang yang sedang mengajukan pertanyaan untuk rapat penting, bukan ekspedisi iseng. "Udah nyampe sini, percuma kamu ngomong gitu. Kita tau setelah kita periksa. Ayo," balas Alfian santai, lalu menepis-nepis ilalang dan mulai membuka jalan. Mereka menerobos masuk, daun-daun ilalang berdesir kasar menyapu lengan dan wajah. Begitu sampai di halaman, semua berhenti. Bangunan itu ternyata jauh lebih besar dari perkiraan. Tinggi, berlantai dua, dengan jendela-jendela tinggi yang seolah mengawasi mereka. Dindingnya tua, kelabu, dan bergaya seperti rumah bangsawan abad lalu, tepatnya, seperti rumah keluarga vampir yang berbaur diam-diam di tengah manusia. Setidaknya, begitu yang dilihat Galang, Alif, Alfian, Damar, dan Janu. Namun bagi Bagas dan Javier, pemandangannya sama sekali berbeda. "Lah? Cuma gubuk reyot?" celetuk Bagas, nada bicaranya polos. - Jaesalee, 2025 #2 nctlokal (10082025) #2 ooZ (10082025) #7 persahabatan (10082025) #1 hororkomedi (030925) #5 jeno (231025) #1 chenle (051225) #1 00ldream (051225) #1 persaudaraan (040126) #3 nctdream (150126)
Dierja Gentala, 1997  by Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    Reads 699,088
  • WpVote
    Votes 47,601
  • WpPart
    Parts 20
[Part Lengkap] Kehilangan kali ini adalah awal dari kerasnya hati dan kepalaku. Aku mendadak bisa menjadi monster yang paling menakutkan sekaligus mematikan untuk anak-anakku. Bahkan di saat mereka masih tak paham bagaimana cara semesta yang keji ini bekerja tanpa sosok ibu di dalamnya. "Nak, kalau bisa, cari saja Bapak yang lain, jangan bertahan dengan sosok Bapak seperti aku." "Bapak mu ini monster yang tidak punya hati." -Lilpudu Copyright, 2O22.
Laut pasang, 1994  by Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    Reads 1,936,725
  • WpVote
    Votes 77,427
  • WpPart
    Parts 14
PART TIDAK LENGKAP. [Sudah dibukukan - Tersedia di Gramedia] Peristiwa yang menghancurkan seluruh kota dalam waktu singkat. 7 raga paling menyedihkan menjadi saksi bagaimana gilanya gelombang pasang malam itu. Malam terakhir penuh bintang, seindah senyuman ibu 6 tahun silam. "Apta! Esa! Pegang tangan Mas yang kenceng!" Copyright- Lilpudu, 2O22.