ohyuuul48
- Reads 113,145
- Votes 10,337
- Parts 21
Hujan turun cukup deras malam itu. Suara tetesan air yang menghantam kaca jendela bercampur dengan suara halaman novel yang perlahan dibalik oleh Evangeline Rosalie Ashford.
Kamarnya hanya diterangi lampu meja kecil berwarna kuning hangat. Jam digital di samping tempat tidurnya menunjukkan pukul 01.17 dini hari, tetapi Evangeline sama sekali belum merasa mengantuk.
Ia terlalu fokus membaca akhir novel "Crimson Midnight".
Novel itu sangat populer beberapa bulan terakhir. Hampir semua orang di internet membicarakan novel tersebut karena menceritakan tentang sekolah elit yang dipenuhi konflik geng motor, persaingan keluarga kaya, dan percintaan rumit antar tokoh utama. Namun dibanding kisah cinta pemeran utamanya Evangeline justru lebih tertarik pada antagonisnya.
Cassian Alexander Donovan.
Ketua geng motor Night Ravens. Cowok bermasalah yang terkenal brutal dan tidak punya rasa takut terhadap siapa pun. Di dalam novel, Cassian digambarkan sebagai siswa paling ditakuti di Ravencrest High School. Ia sering berkelahi, balapan liar hampir setiap malam, dan selalu terlibat konflik dengan siapa saja.
Semua orang takut padanya.
Guru-guru membencinya.
Dan keluarganya sendiri bahkan tidak benar-benar peduli padanya. Namun semakin Evangeline membaca novel tersebut, semakin ia merasa bahwa Cassian sebenarnya hanyalah seseorang yang terlalu kesepian. Seseorang yang tidak pernah diajari cara hidup dengan benar.
Ia membuka kembali halaman terakhir novel itu. Kalimat terakhir Cassian masih tertulis jelas di sana.
"Pada akhirnya, memang nggak ada yang bakal tetap di sisi gue."