AlifsyaNurAida's Reading List
2 stories
Kinan's ex Friends by AlifsyaNurAida
AlifsyaNurAida
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
Kinan, cewek dengan ciri khas masker yang selalu melekat menutupi separuh wajahnya. Ciri khasnya ini membuat ia dijuluki Ninja Taruna Bangsa, tempat ia mengenyam pendidikan SMA. Kinan punya satu keinginan yang sangat sederhana, ia hanya ingin memiliki seorang sahabat, seperti yang diinginkan orang lain. Keinginannya masih wajar, kan? Dulu keinginannya hampir terwujud. Namun, kehadiran seorang gadis lain merusak hubungan baik Kinan dengan orang yang dulu hampir ia sebut sebagai sahabat. Apa langkah yang harus Kinan ambil? Menjauh dan pergi, atau menetap dan tersakiti?
Life Changing Antagonist  by AlifsyaNurAida
AlifsyaNurAida
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
Luna, gadis dengan seribu teman di sekelilingnya. Bukan karena dirinya cantik atau bergelimang harta, namun orang-orang yang mengaku sebagai temannya hanya memanfaatkan otaknya yang kurang lebih mirip otak Albert Einstein. Itu bukan masalah besar baginya, dia tidak marah karena dimanfaatkan, prinsipnya 'jika ia dimanfaatkan, maka ia adalah orang yang bermanfaat' ya, sepositif itu pemikiran Luna. Yang menjadi masalah besar adalah keuangannya! Luna butuh uang! Menjadi pelajar dan pegawai paruh waktu tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Salahkan orang tuanya yang lebih memilih untuk pulang lebih dulu menghadap Sang Pencipta daripada mengurusi putrinya. Sungguh Luna yang malang. Dan karena sebuah masalah di sekolahnya, membuat Luna tertekan. Akhirnya Luna memutuskan untuk bolos di jam pelajaran terakhir, dan berdiam di perpustakaan sembari membaca novel untuk menghilangkan bosannya. Novel dengan alur klasik itu membuat Luna lupa akan masalahnya. Cerita klasik dengan ending yang klasik, namun bukan itu yang menjadi fokus Luna saat membaca novel tersebut, melainkan tokoh antagonis yang diceritakan sebagai anak bungsu dari pengusaha ternama di Indonesia. Luna membayangkan enaknya hidup menjadi tokoh antagonis dalam novel tersebut, hidupnya pasti mudah dengan uang yang melimpah, ya walaupun kisah cintanya tak semulus porselen, tapi itu bukan masalah besar menurut Luna. Khayalannya terhenti saat kesadarannya direnggut alam bawah sadarnya. Luna tertidur. Merasa cukup lama dengan tidurnya, Luna akhirnya membuka mata. Namun bukan perpustakaan sepi yang ia lihat, melainkan ruangan yang ia yakini sebagai kamar tidur dengan dekorasi mewah yang pasti bukan kamarnya, lalu tubuh dengan wajah cantik yang ia lihat di cermin juga sudah ia yakini bukan dirinya. Ada apa ini? Kenapa jadi begini?!! DILARANG KERAS PLAGIAT (DALAM BENTUK APAPUN) TANPA SEIZIN SAYA!! CERITA MURNI HASIL PEMIKIRAN SAYA SENDIRI!