dika30
- Reads 936
- Votes 125
- Parts 7
Nalendra tidak pernah percaya pada selamanya.
Baginya, semua orang akan pergi cepat atau lambat. Jadi untuk apa terlalu serius? Untuk apa terlalu berharap?
Sejak kecil, Nalendra terbiasa menjadi pilihan kedua. Selalu ada seseorang yang lebih pintar, lebih dibanggakan, lebih layak untuk dicintai.
Mungkin karena itulah ia tumbuh menjadi orang yang tidak pernah benar-benar menetap. Berganti-ganti pacar, berpindah-pindah hati, mencari pengakuan di tempat yang salah.
Namun, semua berubah sejak ia mengenal seorang gadis bernama Flora Calista Byun.
Gadis yang datang dengan tatapan tajam dan kalimat-kalimat yang tidak pernah berusaha menyenangkan dirinya. Gadis yang menganggap Nalendra menyebalkan bahkan sebelum mengenalnya lebih jauh.
Flo bukan tipe yang mudah terkesan.
Dia bisa mengkritik Nalendra tanpa rasa takut. Tapi di saat yang sama, dia juga orang pertama yang melihat luka di balik semua lelucon dan kenakalan yang selama ini Nalendra sembunyikan.
Flo tidak sempurna. Terlalu keras pada dirinya sendiri, terlalu sibuk mengejar kesempurnaan yang bahkan tidak diminta siapa-siapa.
Tapi Nalendra jatuh pada caranya bertahan. Pada caranya tetap berdiri meski dunia berkali-kali mengajarinya untuk tidak mempercayai laki-laki.
Lucunya, semakin Flo berusaha menjaga jarak, semakin sering hidup mempertemukan mereka. Dan di setiap pertemuan itu, Nalendra semakin tidak ingin mencari orang lain.
Ia hanya ingin pulang pada satu orang yang sama.
⚠️ Disclaimer: Cerita ini murni dari imajinasi dan pemikiran penulis. Jika ada kesamaan dengan cerita lain, itu murni ketidaksengajaan. ⚠️
Author's note: Cerita ini merupakan bagian dari semesta Bumantara. Kali ini, giliran Nalendra yang bicara. Tentang kesalahan, kekalahan, kesempatan kedua, dan bagaimana cinta bisa mengubah seseorang tanpa meminta mereka menjadi orang lain.
- dika30 🩷