Hindario
Tahun 1980, turnamen bela diri antar kerajaan yang diselenggarakan 60 tahun sekali akhirnya kembali. Para anggota kerajaan magis dan para bangsawan yang memprioritaskan bela diri mengikuti turnamen tersebut. Sayang sekali hanya satu perwakilan yang diizinkan mewakili satu negara.
Adalah Pangeran Gajendra Rafo Dewanesha, sang Putra Mahkota dari Bali yang mendapat kehormatan tersebut. Tidak terima dengan keputusan yang sudah diambil, Pangeran Yunanta Jusmantara bertekad menyusul Pangeran Rafo ke Turnamen yang diselenggarakan di Italia.
Namun sesampainya disana, hal yang tidak diduga terjadi. Membuat para pangeran tersebut harus mengikuti turnamen sampai akhir. Hidup atau Mati.