khunmaeng
- Reads 1,286
- Votes 219
- Parts 4
Natasha Ratchan Tanaphat-Miu-tumbuh menjadi gadis yang tampak sempurna di mata siapa pun. Cantik dengan senyum yang mudah percaya, ceria dengan energi yang tak pernah habis, dan polos dengan hati yang selalu memilih memberi. Namun hidup jarang seindah kesan pertama. Hari-harinya dihabiskan di antara tumpukan kertas skripsi yang tak kunjung diterima, ditolak berulang kali oleh alasan-alasan yang terasa terlalu kecil untuk melukai, namun cukup besar untuk menggerogoti harapan. Di luar itu, Miu bertahan dalam sebuah hubungan yang retak, bersama seseorang yang berkali-kali mengkhianatinya, namun tetap ia pilih untuk dipertahankan.
Di sisi lain, setelah tujuh belas tahun berlalu, seorang wanita muda kembali menjejakkan kaki di tanah kelahirannya. Alena Nalina Chantakorn -Lena-pulang ke Bangkok dengan langkah yang lebih sunyi dari kepergiannya dulu. Kehilangan kedua orang tuanya membuat kota ini terasa asing sekaligus akrab. Kepulangannya bukan semata karena rindu pada rumah, melainkan karena sebuah janji lama yang tak pernah benar-benar ia lepaskan, janji yang diucapkan terlalu dini, kepada seorang pria tua, dan dibawa diam-diam hingga dewasa.
Takdir mempertemukan mereka di waktu yang tak terduga.
Di antara peran, jarak, dan masa lalu yang tak saling mereka kenal, sesuatu perlahan bergerak pelan, senyap, namun tak terhindarkan.
Ini adalah kisah tentang waktu yang tak pernah benar-benar pergi,
tentang janji yang menunggu untuk ditepati,
dan tentang perasaan yang tumbuh perlahan, seperti cahaya senja, tenang, hangat, dan diam-diam mengubah segalanya.