Daftar bacaan FeliceDeHaleluya
3 stories
Tokyo Revengers•||•CHANGE by PikoooRyomen
PikoooRyomen
  • WpView
    Reads 6,275
  • WpVote
    Votes 951
  • WpPart
    Parts 25
Ivana yang seharusnya sudah mati malah bereinkarnasi kembali ke dalam tubuh seorang gadis bernama Hanagaki Yoshina setelah menjalani operasi jantung dari seorang pendonor yang tak terduga yakni Sano Shinichirou, kakak kandung dari Sano Manjirou alias Mikey. Parahnya lagi, ia malah berada sangat dekat dengan karakter yang kurang disukainya yaitu Hanagaki Takemichi, dimana pemuda itu kini adalah kakak kandungnya. Gadis itu bertekad untuk menjalani hidup sebagaimana orang-orang biasa lakukan, menjalani hidup di tengah-tengah banyaknya karakter yang begitu ia cintai. "WHAT THE HELL'S GOING ON?!!" "Hiduplah sebagai Hanagaki Yoshina mulai sekarang." "Nah Shiroo, kau temanku sekarang kan?" "Anjing kecil" Gadis kecil itu melirihkan sesuatu di sela tangisannya. Tidak ada yang melihat, dia hanya mampu memegangi dadanya yang terasa sesak. Waktunya tidak banyak. "Maafin mama karena udah lahirin kamu dengan kekurangan." "Kamu pasti hidup bahagia. Ingat perkataan papa ini ya nak." Samar-samar kalimat itu terdengar dekat dengan telinganya. Menahan sakit, gadis itu meringkuk di atas tempat tidur. Melipat tangan seraya berdoa. "Tuhan. Tolong aku" Peringatan! -Bahasa kadang baku kadang enggak. -Gaje -Typo -Bahasa kasar -Adegan tidak senonoh -Sop iler Fanfict pertama saya, maaf kalau ada kesamaan kata ataupun cerita. Saya tidak berniat melakukan plagiat atau semacamnya, mungkin kita cuma lagi satu hati:> Start : (16 September 2021) End : (?) by: PikoooRyomen_14.
Aku Tahu Kapan Kamu Mati (Sudah Terbit & Difilmkan)  by Arumi_e
Arumi_e
  • WpView
    Reads 7,514,546
  • WpVote
    Votes 229,092
  • WpPart
    Parts 46
Beberapa kali #1 in horror #1 in thriller #1 in mystery Novelnya sudah terbit dan sudah difilmkan. Sebagian cerita sudah dihapus. Sinopsis : Siena, murid baru SMA Gemilang yang dianggap aneh teman sekelasnya. Bukan hanya karena wajahnya yang pucat, tapi juga karena dia tak pernah tersenyum, sedikit bicara dan jika memandang, tatapannya tajam sekali. Flo, teman sebangkunya, menahan rasa kesal. Dia yang biasanya ceria menjadi mati kutu di samping Siena. Sikap Siena yang seperti itu bukan tanpa alasan. Siena bisa melihat mahluk-mahluk tak kasat mata, dengan penampilan yang membuatnya ngeri. Dia pun sering mendapat tanda-tanda kapan seseorang akan mati. Semua kemampuannya itu membuatnya dijauhi, dikucilkan dan merasa tersiksa tak bisa hidup normal. Keadaan semakin rumit saat satu per satu orang yang berbuat buruk padanya celaka. Membuat Siena dicurigai sebagai penyebab mereka celaka. *Mulai ditulis 10 Februari 2018 Selesai 20 Juli 2018 NOTE : Cerita ini merupakan pengembangan dari cerpen karyaku yang aku tulis tahun 2010 dengan judul berbeda. Setelah ceritanya aku perpanjang, aku ubah judulnya jadi "Aku Tahu Kapan Kamu Mati" supaya lebih mencekam. Cerita ini sudah terbit menjadi novel. Karenanya, isi cerita part 20-45 sudah dihapus.
Semaoen - Hikayat Kadiroen (1920) by GeraniumNegra
GeraniumNegra
  • WpView
    Reads 128,197
  • WpVote
    Votes 6,167
  • WpPart
    Parts 8
Jalan hidup Kadiroen, pejabat lokal di pemerintahan Hindia Belanda, berubah setelah dia mendengar pidato Tjitro, seorang tokoh Partai Komunis. Tjitro bicara tentang kapitalisme, perlunya berserikat, serta komunisme. Idealisme Kadiroen sejalan dengan konsep Partai Komunis. Dia pun bersimpati dan mendukung partai itu secara diam-diam. Dia melepas kariernya di pemerintahan kolonial dan menjadi penulis pada Sinar Ra'jat, harian Partai Komunis, bahkan pernah terkena pasal delik pers (persdelict). Novel yang ditulis Semaoen ketika dirinya di penjara pada 1919 ini menunjukkan sosok Kadiroen sebagai borjuis yang menjadi pahlawan karena berupaya memakmurkan kaum tertindas. Selain itu novel ini juga menyelipkan cerita cinta Kadiroen dan Ardinah, istri seorang lurah yang terkena kawin paksa. Romansa mereka menjadi penutup seluruh kisah. --------------------- Sebuah novel klasik pra-Indonesia yang kira-kira ditulis sebelum era Balai Pustaka. Diambil dari Marxist.org, diunggah kesini untuk tujuan pendidikan.