lost🙍
5 stories
TITIK TERENDAH  by PenieJingga02
PenieJingga02
  • WpView
    Reads 3,086,043
  • WpVote
    Votes 415,489
  • WpPart
    Parts 46
Aku menangis, Kalian tertawa. Aku kesakitan, Kalian masih tetap tertawa. Apa jika aku mati, kalian masih tetap akan mentertawakanku? _____________ Semua orang pasti pernah mengalami TITIK TERENDAH dalam hidupnya. Jika 'belum' maka 'akan'. Note: start: 14/8/2020 Bijaklah dalam memilih bacaan. Banyak adegan kekerasan🔥 Rank 1 in #fiksiremaja [12-12-2020] Rank 2 in #fiksiremaja [6-03-2021]
00.00 by ameysiaa
ameysiaa
  • WpView
    Reads 61,189,187
  • WpVote
    Votes 5,846,727
  • WpPart
    Parts 51
"𝚂𝚎𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚞𝚔𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛 𝚍𝚞𝚔𝚊." -𝒜𝓂𝑒𝓎𝓈𝒾𝒶𝒶, 𝟢𝟢.𝟢𝟢 "Tolong jemput gue, Ka," pinta gadis itu. "Gak bisa, gue mau jemput Nilam." Jawaban dari seberang sana. "Berarti gue boleh minta jemput Sekala?" tanya gadis itu akhirnya. "Ganjen banget! Pesen taksi kan bisa." Gadis itu memasang raut tak percaya. "... gak waras lo, Ka." •••• "Lo lebih ngebela Nilam dibanding gue yang pacar lo sendiri, Ka!?" bentak Kara. "Nilam itu lagi sakit, Kara!" Naka balas membentak gadis itu. "Iya, sakit jiwa!" tandas Kara. •••• "Naka! Lo bilang lo bakal selalu percaya ama gue!" ucap Kara memohon "Itu dulu. Minggir!" ucap Naka dingin. •••• "Bahagia terus, Kara." "Lo peduli?" •••• "Pilihan lo cuma dua." "Mati tragis." "Atau hidup tragis." -00.00 Start ➡️11 April 2021 End ➡️9 Agustus 2021
Jemput Aku, Tuhan [OPEN PO] by Embun08
Embun08
  • WpView
    Reads 198,967
  • WpVote
    Votes 30,371
  • WpPart
    Parts 71
[Follow sebelum membaca, biar berkah:) Part lengkap] SEGERA TERBIT! [NO COPASS! GUE NYUSUN IDE SAMPAI TAMAT BUTUH WAKTU LAMA, MASA IYA LU TEGA MAIN JIPLAK AJA] Ini kisahku. Kisah yang mungkin membuat hati siapapun merasa iba, sesak dan ingin menangis karena tak mampu membayangkannya. Tuhan, mengambil Ayah, pahlawanku. Lalu, mengambil Ibu, malaikatku. Dan menjatuhkan rumahku ke tangan orang yang salah. Dan memberiku penyakit hingga aku tak bisa bermimpi indah lagi. Aku membenci kehidupanku yang berbeda. Bagiku, Tuhan tak pernah memberi sedikit keadilan padaku. Hingga aku, jatuh dan terpuruk. Membenci segalanya, menjadi egois dan pemarah. Bahkan, membenci Tuhanku sendiri. Hingga pada saat itu, aku rapuh. Dia mendatangkan satu orang sahabat. Dia merubah keegoisanku, kemarahanku. Bahkan merubah hidupku menjadi lebih terang. [Start : 16 November 2020] [Finish : 14 Januari 2020]
01.00 by ameysiaa
ameysiaa
  • WpView
    Reads 10,231,950
  • WpVote
    Votes 1,073,258
  • WpPart
    Parts 48
"𝙷𝚞𝚓𝚊𝚗 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚙𝚊 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚝𝚞𝚛𝚞𝚗." -𝓐𝓶𝓮𝔂𝓼𝓲𝓪𝓪, 01.00 ••• "Kematian yang mencintai kehidupan." - 01.00 ••• "Akan aku jadikan kamu tokoh terfavorit dalam hidupku." - Lengkara Putri Langit ••• "Kamu adalah penulis favoritku, satu-satunya dan tidak ada duanya. Punyaku. Milikku." - Masnaka Restu Putra Start ➡️ 10 oktober 2021 End ➡️ 1 Mei 2022
GOODBYE DANIEL by Eriscafebriani
Eriscafebriani
  • WpView
    Reads 172,918
  • WpVote
    Votes 26,461
  • WpPart
    Parts 16
PREKUEL DEAR NATHAN (SUDAH TERBIT) Hal terberat dari kehilangan bukanlah perasaan ditinggalkan, tetapi berusaha menjalani kehidupan dengan sisa kenangan yang masih tersisa di ingatan. Seandainya Nathan tahu waktu memang sesingkat itu, dia akan membuat lebih banyak kenangan dengan Daniel. Nathan tidak akan marah jika hanya segelas susu cokelat yang terhidang di atas meja makan. Dia tidak akan kesal jika Daniel mengganti acara televisi dengan tayangan kuis interaktif karena menonton Power Rangers bisa nanti tapi menonton bersama Daniel hanya punya waktu terhitung jari. Dia akan memilih mengalah membiarkan Daniel berada di posisi paling utama untuk menyambut kepulangan Papa dari kantor sambil memegang tas kerja. Dia akan membiarkan Daniel meminjam seluruh kaus bistro kesayangannya bahkan tanpa harus meminta izin. Karena kini dia tidak bisa melakukan itu lagi. Daniel pergi meninggalkan kamarnya yang rapi tanpa sentuhan. Handuk yang masih dijemuran. Tuts piano yang tidak pernah lagi berbunyi. Kolor biru yang setia tergantung di belakang piano menunggu diambil oleh sang empunya. (Prekuel dari cerita Dear Nathan)