My Story (End)
4 stories
Cinta dan Takdir Rania [End] by aksara_ks
aksara_ks
  • WpView
    Reads 4,695
  • WpVote
    Votes 1,774
  • WpPart
    Parts 55
❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?
Berawal dari Nuraga [End] by aksara_ks
aksara_ks
  • WpView
    Reads 1,116
  • WpVote
    Votes 225
  • WpPart
    Parts 20
Silfia tak pernah menyangka pertemuan singkat di rumah sakit akan membekas begitu dalam. Saat itu, ia hanya sempat menatap Arya, tanpa tahu bahwa berbulan-bulan kemudian, laki-laki itu akan mencarinya tanpa mengetahui namanya. Ketika Arya akhirnya menemukan Silfia di sekolah barunya, ia merasa lega. Namun, kebahagiaan itu tak bertahan lama. Sebuah tragedi merenggut kedua orang tuanya, meninggalkan Arya dan adik bayinya, Adeeva, sendirian. Silfia mulai merasakan nuraga, perasaan yang hanya ia tujukan untuk Arya dan Adeeva. Mereka semakin dekat, hingga suatu alasan membuat Silfia memilih menjauh. Tapi, semakin ia mencoba melupakan, semakin ia menyadari satu hal .... Ia merindukan Arya.