Lingorm02
- Reads 1,581
- Votes 228
- Parts 7
Ling Ling Kwong dikenal sebagai perempuan yang tidak pernah gagal.
Di usia tiga puluh tahun, ia adalah pemilik mayoritas sebuah holding kreatif dan edukatif yang bekerja sama dengan banyak universitas ternama di Asia. Kekayaannya bukan sekadar angka melainkan pengaruh, keputusan, dan jarak yang secara alami tercipta antara dirinya dan orang lain.
Ia tidak datang ke kampus untuk mencari apa pun.
Ia datang sebagai donatur, pengawas program, dan pemilik kuasa.
Sementara itu, Orm Kornnaphat, dua puluh satu tahun, hanyalah mahasiswi tingkat akhir yang hidupnya diisi jadwal kuliah, pekerjaan paruh waktu, dan kebiasaan meminta maaf bahkan sebelum ia berbuat salah.
Mereka bertemu bukan sebagai perempuan dengan perempuan,
melainkan sebagai dua dunia yang tidak seimbang.
Tidak ada ketertarikan di awal.
Yang ada hanyalah jarak usia yang terasa canggung,
dan kesadaran bahwa satu berada terlalu jauh di depan.
Namun pertemuan berulang di ruang rapat kampus, program kolaborasi, dan keputusan-keputusan kecil membuat Ling Ling mulai melihat Orm bukan sebagai "anak kecil", melainkan seseorang yang terlalu cepat dipaksa dewasa.
Dan Orm...
perlahan menyadari bahwa kehadiran Ling Ling membuatnya merasa aman untuk berhenti mengecilkan diri, meski ia belum tahu apa nama perasaan itu.
Ini adalah cerita tentang menunggu,
tentang menahan diri karena tahu batas,
dan tentang cinta yang tumbuh di tempat yang seharusnya steril dari perasaan.