RatriKarsa
Sera Pramesti tahu rasanya mengejar seseorang yang tidak pernah benar-benar menoleh.
Ia berani, terang-terangan, dan tidak pandai berpura-pura dingin. Ketertarikannya pada Langit Banyu Pratama tumbuh di ruang-ruang kecil kampus-tatapan singkat, obrolan singkat, jarak yang dipasang pelan-pelan.
Langit tidak kejam.
Ia hanya memilih menjaga jarak.
Namun ada sesuatu yang tidak diketahui Langit.
Di dalam diri Sera, ada suara lain yang tumbuh bersamaan dengan keberaniannya-lebih berani, lebih tajam, dan tidak mengenal batas. Suara yang selalu tahu apa yang harus dilakukan ketika Sera ragu. Suara yang tidak pernah takut kehilangan.
Ketika jarak semakin jelas dan penolakan semakin nyata, Sera mulai bertanya:
apakah perasaannya masih miliknya sendiri, atau sudah dibentuk oleh sesuatu yang lain di dalam tubuhnya?