ayrajongseong
- Reads 68,661
- Votes 2,216
- Parts 44
FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ⚠️ ⚠️
UTAMAKAN VOTE AND KOMENT ⚠️ ⚠️
•••
"Lo bisa nggak sih, sehari aja nggak ganggu oksigen gue?" semprot Nadira suatu pagi.
"Gue cuma mau mastiin lo masih punya suara, Ra. Takutnya pita suara lo karatan karena kelamaan jomblo," jawab Raven santai dengan seringai menyebalkan.
"Apa hubungannya, monyet!"
Bagi anak anak SMA Galaksi, melihat Raven Altafair dan Nadira Clarissa berada di satu ruangan yang sama adalah sebuah tanda bahaya. Raven, sang kapten basket yang punya aura tampan tapi hobi memancing keributan, seolah punya radar khusus untuk menemukan Nadira. Dan Nadira, dengan mulut "toa"-nya, tidak pernah sekalipun membiarkan Raven menang dalam adu mulut.
Mereka tidak butuh alasan besar untuk bertengkar. Mulai dari Raven yang sengaja memantulkan bola basket di dekat kaki Nadira, sampai Nadira yang sengaja mengejek gaya rambut Raven setelah tanding. Mereka adalah definisi dari dua orang yang selalu punya cara untuk saling mengesalkan.