saturnusmlm
- Reads 3,929
- Votes 733
- Parts 21
Di sebuah kafe besar di sudut Jakarta, Razzahra Nara Kaveena terbiasa meracik kopi, bukan perasaan.
Bagi Ara, semua orang sama. Datang, memesan, tersenyum, lalu pergi. Beberapa mungkin meninggalkan kesan, tapi tidak ada yang benar-benar tinggal. Ia terlalu sibuk bertahan hidup untuk memikirkan hal seperti cinta.
Sampai Anarica Tavienne datang.
Mahasiswi kedokteran itu tidak pernah banyak bicara. Selalu memesan hal yang sama. Americano. Tanpa gula. Dan selalu dengan tatapan dingin yang tak pernah bisa Ara baca.
Tidak seperti yang lain, Chika tidak pernah tersenyum padanya. Tidak pernah luluh oleh candaan, apalagi perhatian kecil yang biasa membuat pelanggan lain bertahan lebih lama.
Dan justru itu yang membuat Ara tidak bisa berhenti memperhatikan.
Semakin sering mereka bertemu, semakin Ara sadar, ini bukan sekadar rasa penasaran. Ini sesuatu yang lebih dalam. Sesuatu yang perlahan tumbuh, tanpa ia minta.
Tapi Chika bukan seseorang yang mudah didekati.
Di balik sikap dinginnya, ada masa lalu yang membuatnya memilih untuk tidak lagi percaya pada cinta.
Dan Ara... mungkin hanya akan menjadi satu lagi kebiasaan yang harus Chika tinggalkan.
Atau, satu-satunya yang akhirnya tidak bisa ia lepaskan.
☕
"Americano. Free Sugar."
"Kaya kamu?"
#fiksi
#gxg