TheShokyAoha
- Reads 882
- Votes 138
- Parts 5
"Darah dibayar darah, nyawa dibayar nyawa. Tapi buat pengkhianat kaya bapak lo, gue punya cara main yang jauh lebih menyenangkan, Laudya."
Aarion adalah definisi dari kehancuran yang nyata. Di balik statusnya sebagai anak tunggal kaya raya, ia memilih menjadi iblis di dunia bawah- pengendali bandar narkoba kelas kakap yang tangannya kotor oleh darah, obat-obatan, dan dosa. Di bawah kendalinya, siapa pun yang berkhianat hanya punya satu jalan: mati.
Dan sialnya, ayah Laudya adalah salah satu dari pengkhianat itu.
Demi menyelamatkan nyawa ayahnya yang berada di ujung pistol Aarion, Laudya rela berlutut, mengemis, bahkan menawarkan nyawanya sendiri sebagai ganti. Namun, Aarion tidak bodoh. Kematian terlalu instan untuk sebuah penebusan. Alih-alih membunuh Laudya, Aarion memilih mengurung gadis itu dalam sangkar emasnya-menjadikannya sebagai boneka pemuas nafsu, pelacur pribadi yang selalu ia pandang rendah dan ia perlakukan dengan obsesi posesif yang gila. Bagi Aarion yang berhati batu, cinta itu omong kosong. Laudya hanyalah barang hak milik mutlaknya.
Namun, roda takdir berputar. Kematian sang ibu menjadi titik balik yang menghantam hidup Aarion, memaksanya perlahan melepas dunia hitam dan mengambil alih kepemimpinan aliansi Libra.
Di saat Aarion mulai menata dunianya yang baru, sebuah tamparan keras menghantam egonya. Laudya menghilang tanpa jejak. Gadis itu kabur membawa rahim yang telah terisi oleh benih darah daging Aarion. Jejaknya hilang bak ditelan bumi, menyisakan kekosongan luar biasa yang tak pernah Aarion duga sebelumnya.
Kehilangan Laudya justru membuka kotak pandora dalam hati Aarion. Sanggupkah pria berhati iblis yang tidak percaya cinta itu menemukan kembali wanitanya? Atau akankah pelarian Laudya menjadi akhir dari obsesi gila sang penguasa Libra?
..
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan tokoh, alur dan sebagainya. Itu murni tidak di sengaja!
Jangan mampir kalo cuma jadi silent readers!