siamethyst
- Reads 3,100
- Votes 633
- Parts 22
"Kita lahir di hari yang sama, Janu. Tapi kenapa dunia memperlakukan kita seolah kita adalah dua makhluk yang berbeda?"
Seperti dua sisi pada sebuah koin yang sama, Januarta dan Arjuna tidak pernah bisa saling menatap. Mereka ditakdirkan untuk selalu saling memunggungi.
Januarta adalah sisi koin yang dipamerkan dengan bangga. Ia populer, kaya, dan dikelilingi gelimang kasih sayang yang utuh. Sementara Arjuna hanyalah sisi koin bagian bawah yang dibiarkan berkarat di sudut koridor; seorang murid beasiswa yang ringkih dan menyimpan sejuta senyap.
Januarta membenci eksistensi Arjuna yang sok akrab sejak hari pertama sekolah. Ia bersumpah akan membuat hidup cowok polos itu seperti neraka, tanpa pernah menyadari satu hal: koin yang ia genggam adalah koin palsu, dan takdir mereka berdua sebenarnya telah tertukar.
Januarta tidak pernah tahu, di balik tubuh penuh lebam yang selalu ia runtuhkan harga dirinya, ada sebuah rahasia berdarah yang sengaja dikunci rapat di balik pintu sebuah rumah tua.
Koin itu akhirnya harus dilempar ke udara, berputar di antara sandiwara dan air mata. Namun, saat Januarta akhirnya tersadar dan ingin menangkap sisi koin yang terluka... apakah semuanya sudah terlambat? Saat satu sisi koin itu patah, akankah sisi yang lain bisa tetap bertahan hidup?
A NOTE FROM AUTHOR:
Sebagai sesama penyuka karya kreatif, saya membuat cerita ini atas dasar kasih sayang terhadap karakterisasi visual. Namun, saya ingin menegaskan bahwa segala tindakan buruk, ucapan kasar, dan konflik yang dilakukan oleh tokoh di cerita ini adalah murni kepalsuan fiksi.
Saya sangat tidak mengharapkan cerita ini menjadi alasan munculnya rasa benci terhadap idol aslinya di dunia nyata. Mari kita jaga ruang baca ini tetap sehat. Tolong hargai idol aslinya dengan tetap menjadi pembaca yang bisa membedakan mana dunia nyata dan mana lembar tulisan.