Yukiinayy
Pembaca yang terhormat,
Pertama-tama, izinkanlah penulis mengucapkan syukur yang tak terhingga ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa.
Atas kuasa dan kelembutan-Nya, hidup yang sering terasa rumit pun diberi makna-melalui peristiwa, melalui rasa, dan melalui sosok-sosok yang singgah dalam diam.
Dari sepotong perasaan yang tak sempat tersampaikan,
dari percakapan absurd yang menyimpan rindu,
dan dari diam yang ternyata lebih nyaring dari seribu kata-
lahirlah karya ini.
Sebuah novel puitis.
Bukan sekadar kisah, tapi serpih-serpih hati yang dirangkai menjadi bulan-bulan penuh warna.
Ia tidak mewah, tidak rumit-namun jujur.
Setiap halaman adalah jejak.
Setiap kalimat adalah napas.
Dan setiap bulan adalah perjalanan jiwa yang mencari tempat untuk pulang.
Penulis berharap, karya ini tidak hanya dibaca,
tetapi dirasa.
Karena di balik huruf-hurufnya, ada keheningan yang pernah berbicara.
Dan siapa tahu, dalam senyapnya cerita ini,
kamu pun bisa menemukan potongan dirimu sendiri.
Akhir kata, terima kasih kepada semua yang telah memberi napas pada imajinasi ini:
untuk mereka yang pernah hadir, yang masih tinggal, dan yang hanya lewat namun tak benar-benar pergi.
Dengan segala kerendahan hati,
Selamat membaca.
NanaNay7
13-05-2025