SeeHans
- Reads 3,350
- Votes 27
- Parts 5
Darma berdiri di depan gerbang besi yang kini melintang garis polisi kuning. Harum aspal basah menguap, menusuk hidung, namun tak sepedih isakan Siska yang meratapi tas mewah di pelukannya. Aris dan Azis, kedua putranya, melempar tatapan menuntut seolah kegagalan bisnis adalah dosa yang tak terampuni. Di tengah himpitan utang dan ego keluarga yang haus kemewahan, Darma terjerumus ke dalam ruangan pengap berlampu tungstèn milik Bram, seorang sutradara bertangan dingin. Di sana, harga diri bukan lagi mata uang.