Read Later
4 stories
goresan pena by eganingrum
eganingrum
  • WpView
    Reads 19,804
  • WpVote
    Votes 332
  • WpPart
    Parts 52
kata hanya kata tak mengandung sepenuh arti. Namun, terkadang ia cukup untuk menggabarkan hari dan hati
Kepingan Rasa yang Tersisa by leonyie
leonyie
  • WpView
    Reads 337,542
  • WpVote
    Votes 9,887
  • WpPart
    Parts 47
Pada setiap kepingan rasa yang tersisa, Dalam keadaan baik-baik saja; atau Menderita Akan aku rakit menjadi sebuah kata, yang mungkin saja berantakkan, persis perasaanku yang berserakkan. By Leo, Leonyie.
Oon in Action by TheSkyscraper
TheSkyscraper
  • WpView
    Reads 3,171,740
  • WpVote
    Votes 85,632
  • WpPart
    Parts 34
Tidak ada yang Oninda lebih sukai daripada es krim dan Melvin hingga rela dirinya diberikan nama panggilan Oon oleh sang pujaan hati. Namun, ketika Melvin pindah menjadi guru pengganti, Oon mengira ini kesempatan bagus agar lebih dekat, meski dia tidak tahu bahwa hal itu akan jadi ancaman untuk hubungan mereka. *** Sejak umur empat tahun Oninda sudah mengenal Melvin dan sejak itu pula Oninda mulai menyukainya. Meski bertahun-tahun Melvin menghindarinya, tidak mengacuhkan Oninda, hingga ikut memanggilnya dengan sebutan Oon yang tidak dia sukai. Ketika salah satu guru harus mengambil cuti melahirkan dan Melvin harus menjadi guru pengganti di sekolah Oon di sela kuliahnya, gadis itu melihat kejadian ini sebagai kesempatan yang bagus untuk mendekati Melvin. Mulai dari menyapanya setiap hari, bertemu di ruang kelas, hingga kesempatan untuk bisa berangkat dan pulang bersama. Namun, tampaknya semua tidak berjalan semulus yang Oon mau, bukan hanya Melvin yang ternyata diam-diam menyukai teman kuliahnya, tapi juga ada gosip yang mengancam hubungannya dengan Melvin yang belum mencapai garis start! Apakah Oon harus menyerah atas cintanya demi reputasi Melvin?
25th (Oleh : Hein L. Kreuzz) by HeinLKreuzz
HeinLKreuzz
  • WpView
    Reads 265,594
  • WpVote
    Votes 19,507
  • WpPart
    Parts 29
Dua puluh lima anak melangkahkan kakinya di kehidupan SMU dengan harapan yang beragam. Mereka ditempatkan dalam sebuah kelas yang tidak lazim dan mendapatkan guru yang memandang mereka tidak lebih dari sekumpulan kelinci percobaan. Seakan belum cukup sial, ternyata bencana-bencana buruk yang diramalkan seorang anak mulai menjadi kenyataan. Nyawa mereka menjadi taruhan. Dan tak satupun dari mereka tahu ada tragedi besar yang menanti di hari keduapuluhlima. Berikut adalah diary kelas yang mereka tulis secara bersama-sama. Diary yang akan menceritakan padamu, betapa mengerikannya hari-hari yang mereka lalui.