KantaKastiri
- LECTURAS 944
- Votos 32
- Partes 2
seluruh kehidupan ini omong kosong! memuakkan!
ia mengerang. raut wajahnya menahan sakit yang tak lagi mampu ia sembunyikan. tubuhnya menggigil hebat. kecemasan telah menguasainya. perasaan sepi yang menusuk, tak tertahankan, menambah keadaan putus asa yang menyedihkan. ia terus mengerang. memohon ada yang datang menenangkan kengerian-kengerian yang tak mampu lagi ia kuasai. ia menangis. meraung. memukulkan tangannya ke lantai, dinding, dan membanting semua benda yang ada dalam jangkauan matanya. ia terus menggigil. mencoba memeluk tubuhnya dengan kedua tangannya. tapi ketenangan tak juga datang. ia putus asa. sangat putus asa. lelah. sendirian. terlupakan. kacau. hancur. tak berarti.
untuk apa aku masih di sini?
ia tersenyum sinis dengan dirinya yang ada di pantulan kaca. menahan kecemasan dan perasaan sepi yang tak mau juga pergi. ia memandangi dirinya sendiri. seorang anak muda dengan rambut berantakan. bibir kering dan berdarah. cekungan hitam di bawah bola mata. raut muka yang dipenuhi ketakutan. dan tubuh yang tak mau berhenti diam dan terus menggigil. aliran air mata yang terputus oleh perasaan marah karena diabaikan. seseorang yang dilihat dari sudut manapun terlihat kalah dan remuk.
untuk alasan apa aku meneruskan hidupku?
matanya berkeliling ruangan. menelusuri berbagai sudut. mencari sesuatu. sebuah benda berkilau tergeletak di lantai. ia pun berjalan. tersaruk benda-benda yang terserak di lantai. dengan tangan kanannya ia pungut benda itu dan tersenyum puas ketika melihatnya dengan tatapan berbinar dan menggebu. ia taruh benda itu di perutnya. menekannya pelan, menimbang situasi dan kemungkinan-kemungkinan.
semua orang telah meninggalkanku.
tak ada lagi yang menginginkanku.
tak ada lagi cinta untukku di dunia ini.
ia dorong benda tajam berkilau itu dengan kedua tangannya. merobek perutnya yang lembut. darah mengalir. mengalir. dan kedamaian tiba-tiba ikut mengalir ke dalam jiwa dan tubuhnya. ia terdiam lama. lalu tersenyum. tak bergerak.