Rrrrrrdwn
- Reads 482
- Votes 62
- Parts 14
Selama bertahun-tahun, Oniel hanya mengenal Indah dari kejauhan-dari tawa yang sesekali ia dengar, dari percakapan ringan yang tak pernah benar-benar melibatkannya, dan dari momen-momen kecil yang diam-diam ia simpan sendiri. Bagi Oniel, Indah adalah rumah yang tak pernah ia miliki; hangat, namun selalu terasa jauh.
Waktu berjalan, rasa itu tumbuh tanpa pernah diberi kesempatan untuk berbicara. Oniel memilih diam, takut merusak apa yang bahkan belum pernah ia mulai. Ia belajar mencintai dalam sunyi, menikmati tanpa memiliki, dan berharap tanpa pernah benar-benar meminta.
Hingga suatu hari, hidup membawa Indah ke arah yang berbeda-ke seseorang yang berani menggenggam tangannya, sesuatu yang tak pernah Oniel lakukan. Di titik itu, Oniel sadar bahwa tidak semua rasa harus berakhir dengan memiliki.
Dengan hati yang penuh namun tak lagi memaksa, ia memilih melepaskan. Bukan karena cintanya hilang, tapi karena ia akhirnya mengerti ada cinta yang memang ditakdirkan hanya untuk dirasakan, bukan untuk dimiliki.