suci88
Sejak kecil, Anzel hanya ingin memiliki tempat yang bisa ia sebut rumah.
Setelah lulus sekolah, ia menjalani hari-harinya dengan bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup. Rutinitas sederhana itu terasa cukup baginya, terlebih ia masih memiliki seorang sahabat yang selalu menemani di saat sulit.
Hingga suatu hari, takdir mempertemukannya kembali dengan seorang teman masa kecil yang kini menjadi pemilik sebuah kafe.
Sejak kecil, ia selalu merasa lebih nyaman sendiri. Hingga anak itu terus mengajaknya bicara, dan ia tidak pernah meresponnya.
Lelaki yang dulu selalu mengajaknya berbicara itu tak lagi mengingat siapa dirinya. Anehnya, setiap pertemuan justru membuat mereka semakin dekat.
🌿Pemberitahuan🌿
1.Cerita akan direvisi ulang setelah cerita tamat
2.Maaf jika pengunaan bahasanya masih kaku dan kurang rapi.
3.jika terdapat kesalahan dalam penulisan, seperti typo/tanda baca, mohon dimaklumi.
4.jabwal update bisa berubah-ubah tergantung kesibukan penulis.
5.jika menemukan kesalahan atau bagian yang kurang jelas, kritik dan saran sangat diterima.
6.terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini. Semoga kalian menikmati cerita setiap babnya.