phikacou
Hari pertama Alya masuk sekolah baru seharusnya menjadi hari biasa. Ia hanya ingin menjalani tahun ajaran tanpa terlalu banyak masalah dan mencari beberapa teman.
Namun, semuanya berubah ketika ia tidak sengaja bertemu Raka.
Pertemuan mereka tidak romantis sama sekali. Mereka justru pertama kali bertemu karena Raka mengambil buku Alya yang tertukar. Dari kesalah pahaman kecil itu, mereka mulai sering bertemu.
Awalnya Alya menganggap Raka menyebalkan karena terlalu banyak bicara. Sementara Raka senang mengusili Alya karena ekspresi kesalnya selalu membuatnya tertawa.
Lama-kelamaan, mereka mulai menjadi teman.
Mereka belajar bersama, mengerjakan tugas kelompok, pulang sekolah bersama, dan saling menceritakan mimpi masing-masing. Tanpa Alya sadari, Raka perlahan menjadi bagian penting dari hari-harinya.
Tahun-tahun sekolah mereka dipenuhi tawa, pertengkaran kecil, rahasia, dan perasaan yang perlahan berubah menjadi cinta.
Tetapi Alya tidak pernah tahu bahwa kebersamaan itu ternyata memiliki batas waktu.
Karena suatu hari, Raka akan pergi.
Dan setelah hari itu, Alya hanya memiliki kenangan tentang seorang laki-laki yang pernah membuat hidupnya begitu indah.
Perjalanan Alya kemudian bukan hanya tentang merindukan seseorang yang telah pergi, tetapi juga tentang belajar menerima bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti harus memilikinya selamanya.
Dan pada akhirnya, Alya menyadari satu hal:
Raka memang sudah tidak berada di sampingnya, tetapi satu nama itu akan selalu memiliki tempat di hatinya.