fysyff4
Aira Valerimagdalena tumbuh sebagai anak bungsu di sebuah keluarga yang, dari luar, tampak utuh dan baik-baik saja. Ayahnya, Harry Reid, sering terlihat berwibawa. Ibunya, Destya Valerimagdalena, menjalankan peran sebagai ibu dengan tenang. Kakaknya, Triana Valerimagdalena, terlihat kuat dan dewasa sebelum waktunya.
Namun, di balik meja makan dan dinding rumah itu, Aira belajar satu hal sejak kecil:
tidak semua kehadiran benar-benar diperhatikan.
Aira sering berdiri di sudut-mendengar tanpa diajak bicara, melihat tanpa ditanya perasaannya. Di rumahnya sendiri, ia merasa seperti bayangan: ada, tapi tidak pernah benar-benar dianggap penting. Keluarga itu bisa tertawa bersama, berbincang hangat, seolah cemara... tanpa menyadari satu kursi selalu terasa kosong di hati Aira.
Satu-satunya tempat Aira merasa aman adalah pada Zavieor Hieroglif, sahabat terbaiknya. Kepada Zavieor, Aira bercerita tentang hal-hal yang tak pernah berani ia ucapkan di rumah-tentang rasa sepi, tentang ingin didengar, tentang lelah menjadi anak yang "tidak merepotkan". Zavieor menjadi sandaran diam, pendengar setia yang tidak menghakimi, seseorang yang membuktikan bahwa Aira layak diperhatikan.
Novel ini mengisahkan perjalanan batin seorang anak perempuan yang tumbuh di tengah keluarga, namun merasa sendirian. Tentang bagaimana luka tidak selalu berasal dari kebencian, melainkan dari pengabaian yang pelan dan berulang. Dan tentang keberanian untuk tetap bertahan, meski merasa tak pernah benar-benar dipeluk oleh rumah yang ia sebut keluarga.
Aku Ada, Tapi Tak Pernah Didengar adalah kisah tentang suara kecil yang nyaris tenggelam-namun terus mencoba bertahan agar suatu hari, ia tidak hanya ada, tetapi juga didengar.