linnnyuhuu
- Reads 848
- Votes 130
- Parts 13
Dylan adalah definisi dari "tembok berjalan". Di usia 17 tahun, dunianya hanya berputar di antara barisan kode, strategi game MOBA, dan headphone yang selalu bertengger di lehernya. Baginya, ketenangan adalah segalanya, dan sekolah hanyalah tempat singgah untuk menunggu push rank selanjutnya.
Namun, ketenangan Dylan runtuh saat wali kelas menempatkan Hazel sebagai teman sebangkunya.
Hazel adalah kebalikan total dari Dylan. Dia ceria, berisik seperti burung gereja di pagi hari, dan memiliki kepolosan yang terkadang membuat Dylan geleng-geleng kepala. Hazel tidak mengerti kenapa ada orang yang lebih suka menatap layar datar daripada mengobrol, dan dia bertekad untuk menjadi "teman terbaik" Dylan-apakah Dylan setuju atau tidak.
Awalnya, Dylan merasa terganggu. Hazel selalu menyelipkan susu kotak di meja Dylan, mengomentari setiap gerakan karakternya saat bermain game, hingga menceritakan hal-hal sepele tentang kucing liar di depan sekolah. Namun, perlahan-lahan, Dylan mulai menyadari sesuatu:
1. Ruang kelas terasa terlalu sepi jika Hazel absen sehari saja.
2. Fokusnya pada layar mulai teralih pada tawa renyah cowok di sebelahnya.
3. Sikap protektifnya muncul setiap kali kepolosan Hazel dimanfaatkan oleh orang lain.