Ai_likely
- Reads 6,896
- Votes 967
- Parts 15
*We're Just a Weak Knight*
Keberanian tidak selalu lahir dari kekuatan.
Sering kali, ia tumbuh dari luka yang dibiarkan bernapas.
Beomgyu dan Sion bertemu sebelum mereka tahu apa arti kehilangan.
Di ruang kelas yang sama, di antara suara kapur dan lantai kayu yang berderit, dua anak lelaki belajar saling membaca.
Beomgyu-enam belas tahun, sunyi, seperti malam yang tidak pernah benar-benar tidur. Sion-lima belas tahun, penuh bara, menolak tunduk pada ketidakadilan sekecil apa pun.
Mereka berdiri berdampingan, melawan dunia kecil bernama sekolah. Pembully, ejekan, kekerasan yang menyamar sebagai candaan-semua mereka hada
pi bersama, meski tangan mereka gemetar.
Mereka tidak tahu bahwa ikatan itu bukan kebetulan.
Malam kebenaran datang tanpa dentuman. Hanya lampu redup, hujan tipis, dan potongan masa lalu yang akhirnya saling bertaut. Nama ayah yang sama. Garis darah yang tak pernah mereka pilih.
Tidak ada teriakan.
Hanya senyum rapuh dan kehangatan yang terlambat.
Namun takdir menuntut harga.
Di bawah lampu jalan yang berkedip, dendam mengambil bentuknya. Sebuah mobil melaju. Tubuh kecil terlempar. Dan dunia kehilangan suaranya.
Sion terbaring dalam sunyi panjang.
Saat tangan saling menggenggam-Beomgyu menyadari bahwa menjadi ksatria tidak berarti menang.
Kadang, itu hanya berarti tetap berdiri,
meski tubuh dan hati sudah retak.
Dan mereka-
hanya ksatria lemah
yang berani mencintai sebelum dunia merenggut segalanya.