roserianblue
- LECTURES 3,738
- Votes 465
- Chapitres 5
Di Indonesia, keberadaan hantu modern banyak berakar pada kisah penyesalan yang tak pernah tuntas semasa hidup, yang mahsyur disebut unfinished business.
Kuntilanak gentayangan karena mati dalam nista, perempuan yang mati diperkosa tanpa sempat menuntut balasan. Wewe Gombel dikisahkan sebagai sosok ibu yang kehilangan anak, lalu menculik bocah-bocah yang diabaikan orang tuanya sebagai pengganti. Tuyul hadir dari keyakinan bahwa anak membawa rezeki, sehingga sang inang diwajibkan merawatnya selayak darah daging sendiri.
Dari kisah-kisah itu, timbul sebuah pertanyaan dalam benakku.
Jika kita merasa dihantui, apakah itu karena mereka sungguh ada dalam wujud yang tak tersentuh panca indra ataukah mereka ada karena rindu dan lukanya masih berdenyut di antara kita?
Maka, ketika aku berjumpa dengan "hantu" Ken Dedes yang menangis di tepian Sungai Mewek, mungkinkah ia sekadar lahir dari khayalanku? Atau justru kami bertemu karena pernah memanggul luka kolektif yang sama?
***
Roserian Blue ® 2024