Nandaripra_
Di tanah sunyi Banten bagian selatan, tersembunyi sebuah kampung tua bernama Waringgi, tempat di mana waktu seakan berhenti. Di tengah kampung itu berdiri pohon purba berakar hitam dan menjalar ke segala arah, mereka menyebutnya Akar Merandu. Tak ada yang berani menebang, apalagi menyentuhnya. Dulu, akar itu ditanam oleh seorang ulama sakti bernama Syekh Makarim, untuk menyegel sesuatu yang tak boleh dibangunkan.
Namun zaman berubah.
Manusia mulai lupa akan perjanjian lama yang mengikat tanah itu.
Dan kutukan yang tidur berabad-abad kini mulai bernafas kembali.