writeserena_
- LECTURES 149
- Votes 20
- Chapitres 6
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Bhaskara Bhagawan XII resmi naik takhta setelah wafatnya sang ayah-seorang raja besar yang tak hanya meninggalkan mahkota, tetapi juga jaringan bisnis dan pengaruh di luar tembok keraton. Sejak hari itu, hidup Bhaskara sepenuhnya menjadi milik adat, tradisi, dan tuntutan kekuasaan.
Sebagai raja muda, ia dituntut sempurna.
Sebagai pewaris bisnis keluarga, ia harus kuat dan tak boleh salah langkah.
Di tengah dunia yang serba diatur itu, Bhaskara bertemu Sekar Ayu Larasati-seorang kurator budaya sekaligus pemilik UMKM batik tradisional. Perempuan sederhana yang hidupnya berakar pada nilai, bukan kekuasaan. Sekar mencintai budaya bukan sebagai simbol kebesaran, melainkan sebagai warisan yang harus dijaga dengan hati.
Pertemuan mereka terjadi tanpa mahkota, tanpa gelar, tanpa jarak.
Hanya dua manusia yang berbagi percakapan, ketertarikan, dan rasa nyaman.
Namun ketika dunia keraton mulai menuntut, cinta mereka berubah menjadi sesuatu yang harus disembunyikan.
Adat menentang.
Keluarga menghalangi.
Takhta menunggu untuk dipilih.
Di antara kekuasaan dan perasaan, Bhaskara harus memutuskan:
apakah ia akan tetap menjadi raja yang patuh pada garis takdir-
atau lelaki yang berani memperjuangkan cinta di luar istana.
Karena tidak semua bunga tumbuh di singgasana.
Sebagian justru mekar... di balik takhta.