Nanovella Book
2 stories
The Beauty Of Jewel  by Nanovella
Nanovella
  • WpView
    Reads 35,745
  • WpVote
    Votes 3,544
  • WpPart
    Parts 28
Lucien Devereaux tidak pernah tertarik menyelamatkan perusahaan yang berada di ambang kehancuran. Terlebih lagi Calder Beauty. Namun semuanya berubah ketika Amberly Calder datang langsung kepadanya. Wanita itu hanya menginginkan satu hal, menyelamatkan warisan keluarganya. Sayangnya hal itu sama sekali tidak menarik minat Lucian. Sampai matanya melihat sesuatu yang melingkar di leher jenjang wanita itu. Sebuah kalung dengan batu aquamarine berbentuk pear cut. Permata itu, mengingatkannya pada sesuatu dari masa lalu. My Jewel. Sejak saat itu, kesepakatan yang seharusnya hanya menjadi transaksi bisnis berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih personal. Amber akan menjadi tunangannya selama satu tahun. Ketika waktu mereka hampir berakhir dan Amber bersiap meninggalkan kehidupannya, Lucien justru memberinya satu kalimat yang menghancurkan seluruh rencana itu. "Jewel dan aku telah memutuskan untuk menikah."
You Will Never Leave Me (End) by Nanovella
Nanovella
  • WpView
    Reads 2,634,897
  • WpVote
    Votes 152,309
  • WpPart
    Parts 86
Selama tiga tahun, istrinya tidak pernah membantah, selalu menuruti apa yang dikatakannya. Clara adalah wanita yang tahu tempatnya, diam, patuh, tidak pernah melawan. Setidaknya begitu yang selalu Erlan yakini. --- Sampai hari itu, ketika tatapan Clara berubah. Tidak ada lagi cinta di sana. Tidak ada lagi kepatuhan yang dulu begitu mudah ia kendalikan. --- "Aku mau bercerai." Tiga kata itu membuat Erlan marah besar. Pernikahan ini terjadi karena perjodohan, untuk kekuasaan, dan kepemilikan. Tentu Clara tidak bisa begitu saja bercerai dengannya. Harus dirinya yang memutuskan semuanya. --- Clara mencoba melawan. Ia mengajukan gugatan beberapa kali. Ia bahkan berani mempertaruhkan kepemilikan rumah sakit keluarganya sendiri demi kebebasan. Dan ketika semua itu tidak berhasil, dan sudah tidak bisa bertahan. Ia memilih kabur, tanpa membawa uang, tanpa membawa apa pun selain tekadnya. --- Clara pikir dengan pergi, ia akan bebas. Ia memang terlalu naif, dan begitu ceroboh. Tapi Erlan tidak diam begitu saja, dalam hidupnya, semua yang ia inginkan selalu kembali ke tangannya, dengan cara apa pun. Dan Clara... adalah miliknya.