kesyaaa-
- Reads 2,279
- Votes 237
- Parts 22
Malam di sudut kota Monako selalu bising oleh suara mesin, tapi di dalam ruang makan kediaman Leclerc, suasananya justru hening mencekam.
Charles Leclerc menatap cangkir tehnya yang sudah mendingin. Di seberang meja, sang ibu, Pascale, duduk dengan raut wajah serba salah, sementara adiknya, Arthur, sibuk memainkan sendoknya, mencoba mencairkan ketegangan yang kasat mata.
"Ini janji lama, Charles," suara Pascale memecah keheningan, lembut namun berat. "Sebelum ayahmu meninggal, dia dan Jos Verstappen punya kesepakatan. Sebuah janji lama di sirkuit dulu yang sekarang harus dipenuhi."
Charles menghela napas panjang, menyandarkan punggungnya ke kursi. "Perjodohan? Di tahun seperti ini? Ibu, ini gila. Aku bahkan hampir tidak pernah mengobrol normal dengan Max. Di lintasan kami selalu mau saling bunuh."