andyase02
"𝑯𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒊𝒕𝒖 𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒄𝒖𝒎𝒂 𝒔𝒐𝒂𝒍 𝒕𝒂𝒌𝒅𝒊𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒓𝒖𝒔 𝒃𝒆𝒓𝒑𝒖𝒕𝒂𝒓, 𝑮𝒂𝒍𝒂. 𝑲𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒑𝒆𝒓𝒍𝒖 𝒔𝒆𝒅𝒊𝒌𝒊𝒕 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒆𝒓𝒐𝒏𝒕𝒂𝒌 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒖𝒃𝒂𝒉 𝒃𝒂𝒈𝒊𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒏𝒈𝒈𝒂𝒌 𝒔𝒆𝒎𝒑𝒖𝒓𝒏𝒂. 𝑻𝒂𝒑𝒊 𝒊𝒏𝒈𝒂𝒕 𝒔𝒂𝒕𝒖 𝒉𝒂𝒍... 𝒔𝒖𝒂𝒕𝒖 𝒔𝒂𝒂𝒕 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊, 𝒌𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒂𝒃𝒂𝒏𝒈 𝒂𝒃𝒂𝒏𝒈𝒎𝒖 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒆𝒓𝒊 𝒂𝒓𝒂𝒉𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒏𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒅𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏𝒊, 𝒑𝒆𝒓𝒄𝒂𝒚𝒂 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑩𝒂𝒑𝒂𝒌, 𝒊𝒕𝒖 𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒓𝒃𝒂𝒊𝒌 𝒃𝒖𝒂𝒕 𝒌𝒂𝒎𝒖."
---------------
Hidup di antara api dan akar bukan perkara mudah bagi Jenggala.
Ada satu kalimat bapak yang tertinggal tujuh tahun lalu, menggantung di langit-langit ingatan, menjadi pagar tak kasat mata yang diam-diam membatasi langkahnya.
Sebagai anak bungsu, Jenggala tumbuh dalam tuntutan untuk selalu menurut, menjadi kecil di hadapan suara-suara yang lebih tua. Dalam diam, sebagian dari dirinya menyala, emosi yang tak terucap, perlawanan kecil yang tak pernah diberi ruang untuk keluar.
Ia menelannya, hari demi hari. Hingga pada satu sore yang basah. sore ketika hujan turun seolah ikut mengguyur luka yang tak kasat mata.
Dan di sanalah, untuk pertama kalinya, bapak memberinya sesuatu yang tak pernah dibagi dengan siapa pun.
Bukan mainan. Bukan pelukan. Bukan juga kebahagiaan.
Melainkan sebuah monster, yang harus Jenggala kalahkan dengan tangannya sendiri.