Ciwiii_26
- Reads 853
- Votes 172
- Parts 35
Andra adalah seorang komposer yang kehilangan melodinya. Baginya, hidup kini tak lebih dari sekadar hitungan ritme mesin EKG yang tidak beraturan. Di sisi lain, Melody adalah seorang ilustrator yang mencoba mewarnai dunianya yang memucat di balik dinding bangsal kardiologi. Mereka dipertemukan oleh takdir yang rapuh-sama-sama mencintai, namun sama-sama sedang menghitung mundur sisa napas mereka.
Di rumah sakit itu, cinta bukan tentang janji seumur hidup, melainkan tentang bertahan hingga esok pagi. Namun, saat sebuah harapan muncul dalam bentuk donor jantung yang hanya tersedia satu untuk mereka berdua, garis hidup mereka yang semula sejajar kini harus bersilangan secara tragis. Hanya ada satu detak yang bisa menyelamatkan. Satu orang harus tetap di sini, dan satu orang harus merelakan batas napasnya berakhir.
Di antara cinta yang tulus dan keinginan untuk bertahan hidup, mampukah mereka memilih siapa yang berhak melanjutkan simfoni yang belum usai?
Ataukah perpisahan menjadi satu-satunya cara agar detak itu tetap terdengar?
"Karena mencintaimu berarti aku harus siap melepaskan napasku, agar kamu bisa menghirup udara lebih lama."