Metropop
3 stories
Intuisiku by Ghfina
Ghfina
  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
Intuisiku selalu mengarah kepadamu Intuisiku selalu mengarah kepadamu Tapi tak jua tapi tak jua Tapi tak jua kau hiraukan aku Mungkin ku tak bisa buatmu luluh Namun kau harus tahu bahwa diriku sungguh-sungguh Kau tak pernah tahu Betapa hati yakin untukmu "Dam gue suka sama lo." "Gue udah coba buat lupain perasaan itu, tapi gak tau kenapa gue gak bisa. Mungkin karena banyak hal yang selalu ngingetin gue sama lo." "Adam suka basket lah, Adam benci boyband korea yang gue suka, Adam yang suka fisika yang lo tau sendiri gue benci banget pelajaran itu, Adam si maniak DOTA, Adam yang suka banget brownies Amanda, Adam si pembenci keju, banyaak banget dam... Banyak banget hal yang waktu itu ngehambat gue supaya ngelupain lo." "Dam, gue gak pernah nyesel punya perasaan ini. Gue juga gak pernah nyesel bisa kenal lo. Walau pada akhirnya gue selalu sakit liat perasaan lo buat Cindy." "Gue gak punya harapan dam."Air mata jatuh kembali. . . . "Jadi, gue pikir udah saatnya gue lupain lo dam." *** Ada rasa yg berbeda untuk adam ketika wanita itu mengenalkan seorang pria kepadanya. "Gue Raka, tunangannya Sita."
IDOL by Ghfina
Ghfina
  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 7
Malam itu gue datang ke konsernya. Gue tau dia gak bisa lihat gue dari deretan penonton. Tapi gue tetap bahagia meski begitu. Semua orang menikmati musiknya, gue bersyukur untuk itu. Sejak dulu gue tau dia akan jadi seseorang. Gue ikut bernyanyi dengan semua penonton. Sampai waktu menunjukan gue harus pulang. Saat gue berjalan menuju pintu keluar, suara gitar itu menghentikan langkah. Refleks badan gue berbalik kebelakang. Dia sudah duduk diatas kursi, dengan lampu menyorotinya. Gitar itu, berada di pangkuannya dan dia mulai memainkan melodi lagu ini. Ternyata dia gak lupa. "Lagu ini buat seseorang yang pernah hadir dihidup gue. Dia salah satu orang yang buat gue bisa sampai disini. Terimakasih, Bi."ujar nya. Mendadak gue mematung, dada gue sesak. Rasa sesal itu menghantui gue seketika. Air mata gue berlinang, terus berlinang membuat hijab gue basah. Gue bersyukur memberanikan diri hadir. Karena mungkin konser ini, adalah konser terakhir dia yang gue datangi. *** "Bi, reuni kampus dateng ya. Gentala is back!"ujar Arin dengan semangat.
Dari Jauh by Ghfina
Ghfina
  • WpView
    Reads 138
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 8
"Kar.. ini loh sahabat gue yang satu kampus sama lo, Ghaly.. satu fakultas kan kalian.."ujar Lutfan mendekati gue dengan seseorang dibelakangnya. Mata gue membulat melihat orang dibelakangnya. Jantung gue berdebar dan gue merasa kupu-kupu berterbangan diperut. Iya itu Ghaly gak akan pernah gue lupa. Dia kecengan abadi gue semenjak gue maba. Dia Ghaly semakin gagah dengan perawakannya yang tinggi, dan wajahnya masih tampan seperti dulu. Dia tersenyum ke arah gue, dan gue membalas senyum itu. "Hai Kar.. semoga loe masih inget gue.."ujarnya. Damn kenapa harus sekarang sih dia hadir? Di saat gue hampir lupain dia? Dan kenapa dia hadir disaat Lutfan sudah menyatakan peraaannya sama gue? Walau gue belum memberikan jawaban apapun untuk Lutfan.