Me_Azzafa
Meskipun dikenal ramah, nyatanya kepribadian Era tidak semanis yang orang-orang lihat.
Dia punya kebiasaan menilai seseorang dari penampilan luar, juga paling menolak keras untuk meminta maaf lebih dulu bila dia merasa kalau itu bukan salahnya.
Sampai kemudian, di saat tiada angin tiada hujan, satu per satu masalah muncul berdatangan tanpa diundang. Semesta tampaknya menantang Era untuk mulai belajar cara menyelesaikan masalahnya dengan dewasa.
Namun, sama seperti tumbuhan yang mengalami fase fotosintesis, Era membutuhkan banyak waktu, nutrisi, dan perjalanan panjang untuk belajar cara melawan ego, belajar mengenali berbagai bentuk cinta, juga belajar cara menghargai kata "maaf".
Dengan ego setinggi langit, mampukah Era memperbaiki semua kesalahannya?