lexilian
- Reads 5,500
- Votes 916
- Parts 4
[M] Kalara Arimbani Monroe tidak pernah keberatan hidup dalam kesendirian, sebab hal itu sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Tidak memiliki keluarga, tidak memiliki teman, pun juga tidak memiliki siapapun yang menunggunya ketika pulang. Baginya, hidup hanya tentang bertahan untuk tidak cepat mati dan mencari uang. Bekerja, makan, tidur-lalu terulang kembali keesokan hari hingga lelah itu datang dengan sendirinya.
Kalara tidak pernah membutuhkan siapa pun dalam hidupnya. Setidaknya, itulah yang selalu Kalara yakini sampai saat ini. Sampai akhirnya, rencana Tuhan yang paling membagongkan sepanjang hidupnya datang menghampiri.
Jaegar Walyar Simanjuntak.
Pria dewasa yang secara tidak terduga membawanya pada rasa pengalaman pertama- sekaligus membawa perhatian, rasa aman, dan cinta tanpa syarat yang tidak pernah Kalara rasakan sebelumnya.
Pertemuan yang seharusnya berakhir dalam satu malam, justru membawa keduanya terseret arus terlalu jauh. Kalara berniat menenggelamkan diri, namun Jaegar mengajarinya berenang.
Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Jaegar menginginkan sesuatu yang tidak bisa ia beli, tidak bisa ia paksa, dan tidak bisa ia minta secara cuma-cuma. Kepercayaan seseorang yang sudah terlalu lama dalam kesendirian nyatanya terlalu sulit untuk Jaegar gapai.
"Mas lupa ini yang keberapa kalinya, tapi Mas tetap mau bilang. Kalara, ayo menikah."
lexilian ©2026