alyadheaanova's Reading List
4 stories
Dia Jodohku! by JuliaZulkifli
JuliaZulkifli
  • WpView
    Reads 16,570
  • WpVote
    Votes 244
  • WpPart
    Parts 2
Senja&Fajar by nurainiintan165
nurainiintan165
  • WpView
    Reads 1,813
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 11
Fajar mulai berwarna Jauh di atas cakrawala Bersiap menyambut suka cita Jadikan hari yang berwarna Namun tidak untuk semua Kehidupan bagaikan roda Ada suka di ikuti duka Tapi aku benci luka Bila kelak membekas di dada Aku percaya Tidak semua duka hasilkan luka Melainkan lara dan kecewa Tuhan.... Uzinkan aku meminta Jangan berikan aku luka Karena tak ada obatnya Sembuhpun hasilkan bekas yang tersisa Meski tak kasat mata Tapi dia ada Senja anindita putri
Putih Babu-babu by Neny Saputri by PenerbitHarfeey
PenerbitHarfeey
  • WpView
    Reads 384
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
Sering gue teriak di tengah hujan (buatan) kayak di film-film. Wanti yang nyiram dari atas. Terus dialog standarnya adalah, "Tuhan! Mengapa aku berbeda?" diiringi petir yang menggelegar dari laptop Milda-adek sepupu gue, pinjam speaker tetangga. Ending-nya badan gue gatel semua, belakangan gue tahu kalo Wanti pake aer comberan. Gue hidup bagai kadal betina yang keguguran. Merasa kematian janinnya adalah akhir hidupnya. Gue juga udah keguguran. Gue udah gugur bersama dengan impian gue. Dan kalo gue mati dalam kemiskinan karena ortu gue, maka ortu gue adalah yang pertama kali gue adilin lewat roh gue yang ngga tenang. Tapi kalo gue mati miskin karena keputusan gue, gue pasti mati dalam senyuman (amit-amit, cita-cita gue mati miskin dalam senyuman?). *** Gue menerawang ke langit-langit. Sekarang gue nyadar kalo sebagian besar dari kita, warga putih abu-abu, adalah babu. Ya, babu bagi lingkungan kita, selalu diperbudak untuk terpengaruh dengan apa yang menjadi passion bagi lingkungan kita, bukan apa yang menjadi passion kita sendiri. Kita babu dari standarisasi orang lain, membiarkan orang lain mematok standar cantik, eksis, atau keren lalu dengan polos mati-matian mengikutinya. Dan kita babu bagi diri sendiri, karena kita terlalu sibuk mencari tau apa yang kita pengen, bukan apa yang kita butuh. Sampai-sampai kita terlalu bodoh untuk tidak melihat bahwa di sekeliling kita ada banyak banget yang nggak seberuntung kita, yang jungkir balik berusaha dan berdoa dengan harapan kehidupan akan tersenyum lebih ramah padanya esok dan seterusnya, di waktu yang sama saat kita di sini sedang sibuk memerhatikan jam tangan orang lain atau mengomentari gaya berpakaiannya. Gue lalu tersenyum, menyeruput sesendok sup asparagus lagi, lalu meraih buku sketsa dan sebuah pena di dalam tas hitam yang gue taruh di kursi kosong di sebelah kursi tempat gue duduk. Gue mulai menulis tiga kata dengan ukuran yang besar, "PUTIH BABU-BABU".
Altha's Ending by althakhaela
althakhaela
  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 6
Setiap kejadian mempunyai makna sendiri. Bahkan saat berakhir, hikmah yang di dapatkan dapat membantu kita menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Mengikhlaskan, sabar dan bersyukur selalu ada disetiap kejadian. Terus mengintrospeksi diri baik yang disakiti maupun yang tersakiti. Bumi ini bukan lah negeri dongeng. Semua kejadian berdasarkan realitas yan digerakkan oleh neuron otak masing masing karakter insan. Tidak bisa kita prediksi, tidak bisa kita tentukan. Tidak seenak nya juga kita mengubah. Kejadian adalah tentang dinamis, dimana kita harus tetap stabil diantara kejadian yang selalu dinamis. Altha Khaela Shahrish akan berbagi ceritanya disini, ia akan memberikan pesan kepada semua orang yang mengalami kejadian sepertinya. Altha yakin cinta dapat berbuah manis apabila masing masing karakter dapat menghidupkan bahagia nya sendiri, karena bahagia bukanlah berharap dari perlakuan orang lain, tapi bahagia adalah dimana kita bisa menciptakan itu dalam diri kita sendiri. Bahagia bukan hanya tentang kejadian yang menyenangkan, tapi kita menjadi senang karena mengalami pengalaman buruk itu. Kita menjadi belajar dan dapat merefleksikan diri lebih baik lagi. Altha tau, mengerti lebih sulit daripada dimengerti. Ps : jangan menyesal, sekali memaknai kau takkan berhenti