Kepulauan Indonesia🏝
2 stories
Nona Radio & Tuan di Balik Papan Bunga [taennie] by averyallen_
averyallen_
  • WpView
    Reads 1,227
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 1
"Satu menyampaikan pesan lewat suara. Satu meninggalkan pesan lewat bunga. Lalu sebuah pesan kecil mengubah semuanya." *** Jovanka Nauli Sinaga dikenal sebagai suara yang menemani banyak orang. Sebagai penyiar radio, ia terbiasa mendengarkan cerita, menyampaikan pendapat, dan menjadi tempat orang-orang menitipkan keresahan yang tidak pernah mereka katakan langsung. Sementara itu, Togar Maruli Sihombing adalah lelaki di balik ribuan papan bunga yang menghiasi jalanan kota. Ia tidak banyak bicara, tetapi setiap papan yang ia buat selalu membawa pesan dari seseorang untuk seseorang yang lain. Mereka adalah dua orang dengan cara berbeda dalam menyampaikan cerita. Jovanka percaya bahwa kata-kata memiliki kekuatan untuk mengubah sesuatu. Togar percaya bahwa beberapa hal tidak perlu dijelaskan terlalu banyak, cukup dibuktikan lewat tindakan. Satu hidup dari suara yang didengar banyak orang, satu lagi bekerja di balik pesan-pesan yang berdiri diam. Mereka seharusnya hanya menjadi dua orang asing yang bertemu karena sebuah kesalahpahaman. Namun, sebuah papan bunga sederhana membawa mereka ke dalam cerita yang tidak pernah mereka rencanakan. Di antara perdebatan, ego yang sama-sama tinggi, dan cara pandang yang sering bertolak belakang, Jovanka mulai melihat sisi lain dari lelaki yang selama ini ia anggap keras kepala. Di balik sikap tenangnya, Togar menyimpan banyak cerita yang tidak pernah ia ucapkan. Begitu pula Togar yang perlahan menyadari bahwa di balik suara percaya diri Nona Radio, ada seseorang yang juga ingin didengarkan. Karena terkadang, pesan yang paling sulit dikirim bukanlah untuk orang lain, melainkan untuk seseorang yang diam-diam mulai berarti.
Ribuan Kilometer Menuju Hatimu [taennie] by averyallen_
averyallen_
  • WpView
    Reads 4,510
  • WpVote
    Votes 647
  • WpPart
    Parts 52
Tawang Arkananta Wiratama telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di jalan. Dari kernet truk, sopir antarkota, hingga menjadi pemilik perusahaan logistik yang ia bangun dari nol, hidupnya selalu bergerak dari satu kota ke kota lain. Ia terbiasa menghadapi medan terjal, cuaca buruk, dan berbagai masalah yang datang tanpa peringatan. Namun tidak ada yang pernah mempersiapkannya menghadapi Janitra Arundhati Prameswari. Mahasiswi tingkat akhir yang cerdas, keras kepala, dan lima belas tahun lebih muda darinya. Di tengah perbedaan usia, impian yang berjalan ke arah berbeda, serta pandangan orang-orang yang meragukan hubungan mereka, Tawang dan Janitra justru menemukan sesuatu yang selama ini tidak mereka sadari sedang mereka cari. Seseorang untuk pulang. Karena terkadang, setelah menempuh ribuan kilometer perjalanan, hati selalu tahu ke mana ia harus kembali. Dan bagi Tawang, seluruh jalan panjang yang pernah ia lalui ternyata bermuara pada satu nama; Janitra.