averyallen_
- Reads 1,227
- Votes 30
- Parts 1
"Satu menyampaikan pesan lewat suara. Satu meninggalkan pesan lewat bunga. Lalu sebuah pesan kecil mengubah semuanya."
***
Jovanka Nauli Sinaga dikenal sebagai suara yang menemani banyak orang. Sebagai penyiar radio, ia terbiasa mendengarkan cerita, menyampaikan pendapat, dan menjadi tempat orang-orang menitipkan keresahan yang tidak pernah mereka katakan langsung.
Sementara itu, Togar Maruli Sihombing adalah lelaki di balik ribuan papan bunga yang menghiasi jalanan kota. Ia tidak banyak bicara, tetapi setiap papan yang ia buat selalu membawa pesan dari seseorang untuk seseorang yang lain.
Mereka adalah dua orang dengan cara berbeda dalam menyampaikan cerita. Jovanka percaya bahwa kata-kata memiliki kekuatan untuk mengubah sesuatu. Togar percaya bahwa beberapa hal tidak perlu dijelaskan terlalu banyak, cukup dibuktikan lewat tindakan. Satu hidup dari suara yang didengar banyak orang, satu lagi bekerja di balik pesan-pesan yang berdiri diam.
Mereka seharusnya hanya menjadi dua orang asing yang bertemu karena sebuah kesalahpahaman.
Namun, sebuah papan bunga sederhana membawa mereka ke dalam cerita yang tidak pernah mereka rencanakan.
Di antara perdebatan, ego yang sama-sama tinggi, dan cara pandang yang sering bertolak belakang, Jovanka mulai melihat sisi lain dari lelaki yang selama ini ia anggap keras kepala. Di balik sikap tenangnya, Togar menyimpan banyak cerita yang tidak pernah ia ucapkan.
Begitu pula Togar yang perlahan menyadari bahwa di balik suara percaya diri Nona Radio, ada seseorang yang juga ingin didengarkan.
Karena terkadang, pesan yang paling sulit dikirim bukanlah untuk orang lain, melainkan untuk seseorang yang diam-diam mulai berarti.