averyallen_
"Some loves don't collapse into chaos. They assemble themselves carefully - thought by thought, habit by habit - until the structure feels intentional, even when it was built out of longing."
***
Di balik kampus yang dipenuhi diskusi akademik dan presentasi rasional, Jeanne Kalindrasari Halimardja dan Vincent Adhiraksana Mahatama terlihat seperti pasangan yang stabil-dewasa, intelektual, terkendali. Mereka tidak dramatis. Mereka tidak berisik. Mereka tampak matang.
Jeanne, dosen Konservasi & Arsitektur Heritage, percaya pada perbaikan sebelum kehancuran. Ia terbiasa merawat sesuatu hingga kembali utuh.
Vincent, dosen Ilmu Politik dan Geopolitik, terbiasa membaca ancaman sebelum ia terjadi. Dalam cintanya, ia melakukan hal yang sama-mengantisipasi kehilangan, menjaga jarak orang lain, memastikan Jeanne tetap dalam orbitnya.
Awalnya itu terasa seperti perhatian. Balasan pesan yang cepat. Pertanyaan kecil yang terdengar wajar. Tangan yang selalu menggenggam lebih dulu.
Lalu perhatian berubah menjadi kebutuhan untuk tahu.
Kebutuhan untuk tahu berubah menjadi kebutuhan untuk memastikan. Dan memastikan berubah menjadi kendali yang tak pernah diakui sebagai kendali.
Vincent tidak pernah melarang. Ia hanya bertanya terlalu detail. Ia tidak pernah memerintah. Ia hanya menyarankan dengan logika yang sulit ditolak.
Ia tidak pernah mengurung. Ia hanya membuat Jeanne merasa lebih aman jika tetap dekat.
Di sanalah limerence bekerja-bukan sebagai ledakan, tetapi sebagai struktur yang dibangun pelan. Obsesi yang tampak rasional. Dedikasi yang terasa wajar.
Sampai suatu hari Jeanne menyadari bahwa stabilitas yang mereka bangun memiliki harga-dan harga itu adalah ruang bernapasnya sendiri.
Ini bukan kisah tentang kekerasan.
Ini tentang cinta yang terlalu takut kehilangan.
Tentang obsesi yang tersusun rapi.
Tentang arsitektur yang indah-hingga kau sadar kau tidak lagi bebas di dalamnya.