xuyu99leipeng
🌌 Prolog - Dua Warna dalam Gelap
Malam itu, panggung hanya diterangi cahaya merah dan putih.
Di tengah sorotan, dua sosok berdiri berseberangan - Revan, dengan jas hitam dan rantai perak yang berkilau di dada, dan Kenzo, dengan kemeja putih yang tampak bersinar di bawah lampu.
Semua orang melihat mereka sebagai duet sempurna.
Tapi di balik gemuruh tepuk tangan, hanya mereka berdua yang tahu... hubungan itu tidak sesederhana hitam dan putih.
Revan menatap Kenzo seperti menatap cahaya yang menyakitkan mata.
"Kenapa lo selalu harus ada di depan gue?" suaranya pelan tapi tajam.
Kenzo tersenyum tipis, senyum yang menenangkan tapi menusuk.
"Karena kalau bukan gue, siapa lagi yang akan nahan lo supaya nggak hancur sendiri, Van?"
Keheningan menggantung.
Suara napas mereka lebih keras dari dentum musik.
Ada jarak di antara mereka - tapi juga tarikan tak terlihat yang lebih kuat dari sekadar kebersamaan di atas panggung.
Revan ingin menjauh. Tapi setiap kali Kenzo menatapnya, dunia seolah berhenti.
Kenzo ingin bertahan. Tapi setiap kali Revan tersenyum samar, hatinya ikut terbakar.
Dan malam itu, di balik cahaya panggung dan bayangan rahasia, dua warna yang tak seharusnya bersatu perlahan mulai melebur.
Hitam dan putih. Dingin dan hangat.
Revan dan Kenzo.