fznismail06
Cerita ini mengikuti perjalanan Fikri Irawan, seorang mahasiswa berprestasi jurusan Sejarah Peradaban Islam di IAIN Kerinci. Kisah dimulai dengan penuh harapan saat masa PBAK (Ospek) tahun 2024, di mana Fikri bertemu dengan Alya Nazwa, mahasiswi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam yang menarik perhatiannya karena kesantunannya. Di bawah naungan gugus "Tri-Force", benih-benih kedekatan mulai tumbuh di antara mereka dan sahabat lainnya seperti Sophie dan Kayla.
Namun, keceriaan masa kuliah baru itu hancur seketika oleh tragedi berdarah. Alya mengalami kecelakaan fatal di jalan raya saat pulang menuju Kemantan Kebalai. Motor yang dikendarainya terperosok lubang yang tertutup air hujan, mengakibatkan pendarahan hebat yang merenggut nyawanya. Kepergian Alya meninggalkan luka menganga bagi Fikri, yang bahkan menolak tawaran beasiswa KIP-K pengganti milik Alya karena rasa setianya yang mendalam.
Duka Fikri tidak berhenti di sana. Di tahun berikutnya, ia harus kembali menghadapi kehilangan besar saat "Akar" hidupnya-sang Nenek-berpulang di Bangsal RSU Mayjen H.A. Thalib, Sungai Penuh. Di tengah kehampaan semester 6 menuju semester 7, sebuah peristiwa ghaib muncul melalui Sophie. Dalam sebuah mimpi yang terasa sangat nyata, Alya hadir kembali tanpa luka, membawa sebuah wasiat agar Sophie menjaga Fikri dan menyatukan mereka dalam ikatan suci saat hari wisuda nanti.
Cerita ini adalah sebuah potret tentang keteguhan hati di tengah badai kehilangan, perjuangan mahasiswa di perantauan, dan bagaimana sebuah janji dari alam mimpi mencoba menyembuhkan luka yang ditinggalkan oleh aspal panas dan dinginnya ruang rumah sakit.