jekjeksahi
- Reads 401
- Votes 74
- Parts 11
Pria itu, entah siapa namanya, memang tak pernah berjanji untuk selalu hadir. Ia tak pernah bilang, kapan dan kenapa ia akan hilang. Semua rasa itu mungkin memang hanya ada di kepala San. Mungkin semua romantisme yang ia pikirkan, tentang kebetulan yang terjadi seperti takdir, tentang semesta yang terasa seperti sedang menjodohkan mereka, memang hanya hidup di kepalanya. Pada kenyataannya, mereka hanya dua orang asing yang kebetulan memiliki jadwal yang sama dan berakhir menaiki kereta yang sama selama hampir setahun ini. Tidak lebih.
Woosan | Slow Burn