Hogwarts story
99 stories
Prisonnière du Masque [ druna ] by lelaleeeee
lelaleeeee
  • WpView
    Reads 1,894
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 6
draco sangat terobsesi memiliki Luna sehingga berbuat nekat menghamili gadis itu. ⚠️warning •Karakter dalam cerita ini sepenuhnya milik J. K. Rowling. Cerita ini hanyalah karya penggemar (fanfiction) dan tidak berafiliasi dengan karya resmi. •All photos are from pin 21+
Lucyanna Narcissa Malfoy by macaroncrumbs
macaroncrumbs
  • WpView
    Reads 312
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 9
~~ Draco mendengus, menyalip Lucyanna, sengaja menghalangi jalan gadis itu di koridor yang mulai sepi. "Coba jelaskan padaku, Anna," Draco melipat tangan di depan dada, dagunya terangkat sok tinggi. "Apa kau punya semacam kontrak sihir rahasia dengan Potter? Kenapa setiap ada masalah wajahmu selalu terselip di antara gerombolan Gryffindor itu?" Anna memutar bola matanya, sengaja menabrak bahu Draco saat ia lewat. "Aku tidak cari masalah, Drake. Masalahnya saja yang hobi mencari-cariku. Mungkin aku terlalu menarik buat mereka." "Lucu sekali,"Sinis Draco, tapi ia segera berbalik dan membuntuti Anna lagi. "Potter itu magnet bencana. Kau mau bertaruh berapa lama lagi kau bisa selamat kalau terus-terusan mengekor di belakang bocah yang punya hobi cari mati itu? Jauhi dia, demi janggut Merlin!" Anna berhenti mendadak, membuat Draco nyaris menabrak punggungnya. "Kau itu protektif atau cuma takut tidak punya teman buat pamer di asrama, sih?" Draco terdiam. Tatapannya tajam, tapi ada kilat lelah yang tidak bisa ia sembunyikan di mata abu-abunya. "Kau itu kembaranku, Anna. Kau itu... urusanku. Selamanya. Kalau kau kenapa-napa, siapa lagi yang mau mendengarkan ocehanku tentang sapu terbang?" Lucyanna mendengus pelan mendengar itu. Ia melangkah mendekat, mengabaikan tatapan tajam Draco, dan mulai merapikan kerah jubah kakaknya yang sedikit berantakan. "Aku baik-baik saja, Drake. Jangan berlebihan," ucap Anna lembut, menepuk bahu Draco pelan. Draco tidak langsung membalas. Ia membiarkan tangan Anna merapikan pakaiannya, namun matanya masih menatap Anna dengan intensitas yang berbeda-bukan lagi kemarahan, tapi ketakutan yang nyata. "Terserah kau saja," bisik Draco, suaranya tiba-tiba merendah. "Jadilah pahlawan, jadilah apa pun semaumu. Tapi jangan pernah berharap aku akan berhenti menjagamu. Aku akan tetap jadi bayanganmu, bahkan kalau aku harus ikut terseret ke dalam kekacauan Potter itu." --- *Just my Imagination as a potterhead Disclaimer : All credits belongs to J.K Rowling
Falling In The ENEMY by syavierness
syavierness
  • WpView
    Reads 798
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 18
Potongan cerita dari JK Rowling, Harry Potter. Kisah Draco Malfoy dan Lilyanne Collins. Kisah Slytherin dan Gryffindor.
Kindling | Harry Potter by tenoona
tenoona
  • WpView
    Reads 3,938
  • WpVote
    Votes 766
  • WpPart
    Parts 20
love wasn't in the prophecy, but she became the only future he wanted to see. a Harry Potter fanfiction Harry Potter x OC new chapter every Saturday, 7 PM.
Chasing You (and the Snitch) by purepotion
purepotion
  • WpView
    Reads 4,257
  • WpVote
    Votes 541
  • WpPart
    Parts 29
an Oliver Wood fanfiction ❛˓◞˂̵ Di Hogwarts, cinta kadang lebih kacau daripada pertandingan Quidditch. Ophelia Seraphine-cantik, cerdas, dan terlalu terbiasa menolak semua legenda Hogwarts-tidak pernah menyangka akan menerima surat cinta dari... Oliver Wood. Kapten Quidditch Gryffindor, otak strategi Quidditch, tapi nol kapasitas romantis. Hubungan mereka? Kekacauan yang menggemaskan. Oliver terlalu sibuk latihan untuk mengingat janji, Ophelia terlalu lihai menyindir untuk membiarkan kesalahan itu lewat. Dari surat panik, kecupan diam-diam di danau, hingga overthinking yang memuncak karena gosip, mereka belajar satu hal: mencintai berarti percaya, bukan mengawasi. Di tengah chaos Fred & George, komentar mematikan Snape, dan Bludger yang selalu mengancam, satu hal jelas: cinta mereka tidak sempurna... tapi penuh tawa, gemes, dan momen-momen yang membuat hati berdebar. Chasing You (and the Snitch)-kisah Mr. Wrong yang norak, Mrs. Right yang gemesin, dan Hogwarts sebagai saksi kekacauan romantis mereka.
My Dearest Malfoy by MrsHorannn_
MrsHorannn_
  • WpView
    Reads 28,123
  • WpVote
    Votes 1,632
  • WpPart
    Parts 35
"I want to make u mine in front of the world" -Draco Lucius Malfoy "And one day ur name didn't make me smile anymore" -Genevieve Eudora rosier- "to my dearest, draco malfoy" #1:mattheoriddle (20/05/2022) #1:Williamfranklynmiller(30/06/2022) #1: Malfoy Family (15/07/2023) Start: (09/10/2021) End: (01/02/2022)
Things We Didn't Know at Fifteen | Harry Potter by l4vieenrosse
l4vieenrosse
  • WpView
    Reads 2,061
  • WpVote
    Votes 317
  • WpPart
    Parts 22
Short Story ⊹ - Second Book Di tahun-tahun awal remaja di Hogwarts, perasaan sering datang tanpa nama. Seorang gadis Ravenclaw yang menyukai warna pink, gemar membuat hadiah handmade, dan selalu mengenakan kalung kecil berbentuk hati, tanpa sadar menjadi bagian dari hari-hari Harry Potter. Di antara kelas, koridor batu, dan momen-momen sederhana yang terlewatkan, keduanya menjalani kedekatan yang tidak pernah benar-benar dibicarakan. Tanpa pengakuan dan tanpa janji, mereka belajar tentang cinta dalam bentuk paling polos, hal-hal kecil yang hanya bisa dimengerti ketika seseorang melihat kembali ke usia lima belas.
Between Rules and Red Hair[ X Percy Weasley] by Heraaaawww_
Heraaaawww_
  • WpView
    Reads 9,525
  • WpVote
    Votes 1,595
  • WpPart
    Parts 75
Bagi sebagian besar murid Hogwarts, Percy Weasley hanyalah Prefek Gryffindor yang kaku, ambisius, dan terlalu serius. Namun bagi Polina Tarina, ia lebih dari sekadar siswa berambut merah dengan lencana Prefek mengilap di dada. Sejak pertama kali ia menapakkan kaki di aula besar Hogwarts, Polina sudah memperhatikannya dari cara Percy berdiri tegap ketika mengatur junior mereka, hingga sorot matanya yang selalu penuh keyakinan. Polina yang ceria, penuh tawa, dan gemar menghias diri dengan perhiasan kecil, tahu betul bahwa ia bukanlah tipe gadis yang biasanya menarik perhatian pria serius seperti Percy. Ia bukan juara kelas, bukan pula bintang Quidditch. Ia hanya Polina Tarina seorang gadis yang lebih suka bercengkerama dengan sahabat-sahabatnya, berbagi lipstik yang ia bawa dari rumah, dan terkadang menulis nama "P.W." di pojok buku catatannya ketika tak ada yang memperhatikan. Katie dan Angelina, sahabat-sahabat terdekatnya, selalu menggoda rahasia itu. "Cepat atau lambat, kau harus bicara padanya, Polina," begitu kata mereka. Namun bagi Polina, cukup baginya untuk sekadar duduk di meja Gryffindor, melihat sosok Percy Weasley membaca dengan khidmat di ujung meja, dan menyimpan rasa kagumnya diam-diam. Yang tak pernah Polina bayangkan adalah bagaimana takdir Hogwarts dengan segala keajaiban dan keisengannya akan perlahan mendekatkan dirinya pada sosok Prefek yang selama ini hanya berani ia pandang dari jauh.