macaroncrumbs
~~
Draco mendengus, menyalip Lucyanna, sengaja menghalangi jalan gadis itu di koridor yang mulai sepi. "Coba jelaskan padaku, Anna," Draco melipat tangan di depan dada, dagunya terangkat sok tinggi. "Apa kau punya semacam kontrak sihir rahasia dengan Potter? Kenapa setiap ada masalah wajahmu selalu terselip di antara gerombolan Gryffindor itu?"
Anna memutar bola matanya, sengaja menabrak bahu Draco saat ia lewat. "Aku tidak cari masalah, Drake. Masalahnya saja yang hobi mencari-cariku. Mungkin aku terlalu menarik buat mereka."
"Lucu sekali,"Sinis Draco, tapi ia segera berbalik dan membuntuti Anna lagi. "Potter itu magnet bencana. Kau mau bertaruh berapa lama lagi kau bisa selamat kalau terus-terusan mengekor di belakang bocah yang punya hobi cari mati itu? Jauhi dia, demi janggut Merlin!"
Anna berhenti mendadak, membuat Draco nyaris menabrak punggungnya. "Kau itu protektif atau cuma takut tidak punya teman buat pamer di asrama, sih?" Draco terdiam. Tatapannya tajam, tapi ada kilat lelah yang tidak bisa ia sembunyikan di mata abu-abunya. "Kau itu kembaranku, Anna. Kau itu... urusanku. Selamanya. Kalau kau kenapa-napa, siapa lagi yang mau mendengarkan ocehanku tentang sapu terbang?"
Lucyanna mendengus pelan mendengar itu. Ia melangkah mendekat, mengabaikan tatapan tajam Draco, dan mulai merapikan kerah jubah kakaknya yang sedikit berantakan.
"Aku baik-baik saja, Drake. Jangan berlebihan," ucap Anna lembut, menepuk bahu Draco pelan.
Draco tidak langsung membalas. Ia membiarkan tangan Anna merapikan pakaiannya, namun matanya masih menatap Anna dengan intensitas yang berbeda-bukan lagi kemarahan, tapi ketakutan yang nyata. "Terserah kau saja," bisik Draco, suaranya tiba-tiba merendah. "Jadilah pahlawan, jadilah apa pun semaumu. Tapi jangan pernah berharap aku akan berhenti menjagamu. Aku akan tetap jadi bayanganmu, bahkan kalau aku harus ikut terseret ke dalam kekacauan Potter itu."
---
*Just my Imagination as a potterhead
Disclaimer : All credits belongs to J.K Rowling