angsabetina's Reading List
3 قصص
𝒯𝒽𝑒 𝒬𝓊𝒾𝑒𝓉 𝐵𝑒𝓉𝓌𝑒𝑒𝓃 𝒰𝓈 بقلم angsabetina
angsabetina
  • WpView
    مقروء 479
  • WpVote
    صوت 369
  • WpPart
    فصول 7
Di sebuah musim ketika hari-hari berjalan lambat seperti halaman buku yang dibalik dengan hati-hati, hiduplah dua remaja yang tanpa sadar sedang menapaki kisahnya sendiri. Sejak saat itu, banyak hal yang semula biasa berubah menjadi lebih berarti. Percakapan pendek di sela pelajaran, perjalanan pulang yang ditemani suara mesin motor dan tawa yang ringan, hingga keheningan yang entah mengapa terasa lebih penuh ketika mereka duduk berdampingan. Namun waktu, sebagaimana musim yang tak pernah tinggal selamanya, selalu membawa geraknya sendiri. Ada hari-hari ketika jarak tumbuh tanpa suara. Ada pula saat-saat ketika kata-kata yang tak sempat diucapkan justru tinggal lebih lama daripada percakapan yang pernah terjadi. Di antara keduanya, terbentang suatu ruang yang sunyi bukan kesunyian yang memisahkan, melainkan keheningan yang perlahan membentuk makna. Seperti dua bintang yang berjalan di langit yang sama: kadang tampak berdekatan, kadang menjauh tanpa benar-benar hilang dari pandangan. Di antara tawa yang pernah tinggal, di antara langkah yang pernah berjalan searah, perlahan muncul ruang sunyi yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan. Bukan jarak yang benar-benar memisahkan, melainkan keheningan yang tumbuh di antara dua hati yang pernah saling memahami tanpa banyak kata. "Beberapa kata rindu tak harus sampai pada yang dituju," kata Narrala suatu hari. "Terkadang ia hanya berlalu bagai angin malam yang dingin." Dan Aksa, yang seringkali lebih banyak diam daripada berbicara, pernah berkata dengan nada yang hampir seperti bisikan, "Aku masih mencintaimu, sayangku. Tapi entah kenapa aku lebih memilih menarik diri dari hidupmu. Maafkanlah aku atas segala luka yang aku titipkan, dan maafkan aku atas segala kerinduan yang tak pernah kau sampaikan. Tak ada yang benar-benar hilang darimu, bau parfum dan wangi rambutmu masih betah menempel di ujung kerah bajuku, dan jika semesta menyetujui aku masih ingin berjalan disampingmu."
ʟᴇʟᴀᴋᴏɴ sᴀɴɢ ᴘʀɪʙᴜᴍɪ ᴅᴀɴ ɴᴏɴᴀ بقلم angsabetina
angsabetina
  • WpView
    مقروء 4,116
  • WpVote
    صوت 2,840
  • WpPart
    فصول 30
lєlαkσn ѕαng príвumí dαn nσnα Karena sekolah bukan hanya hak bangsawan-tapi hak setiap anak bangsa. ─── ⋆⋅☆⋅⋆ ─── Raka Adiwardhana pemuda pribumi yang menjadi buruh di rumah Residen Buitenzorg pada tahun 1923, di tengah hiruk pikuk tragedi tahun itu Raka tetap berdiri tegak pada tujuan dan tekadnya. Yaitu terpelajar dan merdeka. Elizabeth Margaretha van Starkenborgh anak Residen pemerintah Hindia Belanda yang berperan penting dalam usaha Raka untuk menjadikan anak anak desa terpelajar. Darmi, Wijaksana, Pono dan juga Bayu adalah perantara Raka untuk menyalurkan setiap catatan harian ketika ia pulang menguping di sekolah elit tempat Elizabeth belajar, dan bukan hanya itu ia juga terkadang menyalin beberapa ujian tulis yang Elizabeth dapat lalu mengerjakannya. "Bahkan ketika aku mati, aku ingin tulisanku tetap abadi," Raka Adiwardhana
𝐇𝐀𝐑𝐔𝐌 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐁𝐄𝐑𝐋𝐀𝐁𝐔𝐇 𝟏𝟗𝟗𝟖  [REVISI] بقلم angsabetina
angsabetina
  • WpView
    مقروء 11,509
  • WpVote
    صوت 6,318
  • WpPart
    فصول 30
Bukan sekadar menulis nama, tetapi menyimpan jejaknya dalam cerita, menjadikannya cahaya yang tak redup meski waktu terus berjalan. Dalam kata, ia hidup selamanya tersenyum dalam puisi, bernafas dalam prosa, dan berbisik dalam setiap halaman yang dibaca.
+22 أكثر