Puterassa
- Reads 4,163
- Votes 1,951
- Parts 20
Seperti matahari yang memberikan cahaya tetapi tak pernah mampu menyentuh bulan, demikianlah perasaan manusia-terbatas oleh jarak yang tak terlihat, terpisah oleh waktu yang tak tergapai.
Zhafira Vanalika adalah jiwa yang hidup dalam persinggahan malam dan siang, di mana hatinya memantulkan terang dan gelap yang saling berkejaran. Seperti bulan yang tak bisa melampaui orbitnya, Ia membatasi dirinya, menutup pintu pada dunia. Ia membatasi setiap asa agar tidak lagi bertemu rasa. Perjalanan Vana adalah elegi tentang batasan yang membuat manusia rapuh sekaligus kuat.
Hingga kemudian seseorang menyadari kilau pedih dari matanya yang kosong, ia datang seperti mahluk asing yang mampu mengubah air mata menjadi ketenangan, kehadirannya membuat Vana berani kembali berharap, bahwa semesta mengirimkan pada sebuah rencana paling baik setelah perjalanan paling sakit.
Perjalanan ini mengantarkannya pada sebuah keinginan untuk tidak memilih bulan atau matahari, akan tetapi menjadi langit.
(BEBERAPA PART DI HAPUS UNTUK KEPENTINGAN PENERBITAN)