aeraxiee
- Reads 4,428
- Votes 802
- Parts 13
Sesal itu adalah saat ia hanya dapat melihat tanpa mendekat. Memperhatikannya dari kejauhan, tetapi tak dapat melakukan apa pun.
Setidaknya mungkin itu yang Taufan pikirkan tentang saudaranya.
Namanya juga manusia, terkadang sikap mereka tak bisa diprediksi oleh sesama manusia.
Bahkan Taufan, tak pernah benar-benar memahami bagaimana ayahnya, bagaimana saudaranya.
Sebenarnya, dirinya apa di mata mereka?